suaramedia.id – Afnan Aqiel Mustofa, balita berusia tiga tahun, menjadi korban jiwa terbaru tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, membenarkan kabar duka tersebut pada Kamis (3/7). Jenazah Afnan ditemukan Kamis sore, menyusul ibunya, Fitri April Lestari (32), yang juga menjadi korban dalam peristiwa nahas tersebut. Dengan demikian, total korban meninggal dunia hingga saat ini mencapai enam orang. Keenam jenazah akan diberangkatkan dari Gilimanuk, Bali, ke Ketapang, Banyuwangi, pada malam hari untuk diserahkan kepada keluarga.

Related Post
Kesedihan mendalam menyelimuti Imam Bakri, ayah Afnan dan suami Fitri. Ia mengungkapkan bahwa istri dan anaknya pergi ke Bali untuk menemuinya di Denpasar sekaligus berlibur. Imam mendapat kabar buruk dari pihak travel yang mengantar keluarganya, sekitar pukul 03.30 WITA, bahwa kapal yang ditumpangi istri dan anaknya telah tenggelam. Informasi terakhir dari Fitri adalah pesan singkat yang memberitahukan bahwa mereka telah berada di atas kapal.

Jenazah Afnan ditemukan di Perairan Pantai Pebuahan, Desa Banyubiru, Jembrana, Bali. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan penyebab tenggelamnya kapal adalah kebocoran pada ruang mesin. Ia memastikan upaya maksimal dilakukan untuk menyelamatkan seluruh penumpang dan awak kapal (ABK).
Hingga Kamis petang, dari total 65 penumpang dan ABK, 36 orang telah ditemukan. Enam orang meninggal dunia, 30 selamat, sementara sekitar 29-30 orang masih dalam pencarian. Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan menjadi sorotan atas keselamatan pelayaran di Selat Bali.










Tinggalkan komentar