suaramedia.id – Insiden tragis mengguncang Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, ketika tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pertanian dilaporkan tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Peristiwa memilukan ini sontak memicu desakan dari berbagai pihak, termasuk pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, agar pemerintah segera mengevaluasi kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) dan memperbarui proyeksi ancaman di Bumi Cenderawasih.

Related Post
Menurut Susaningtyas, yang akrab disapa Nuning, dari perspektif intelijen, ada beberapa aspek krusial yang memerlukan perhatian serius. Salah satunya adalah kompleksitas kondisi Papua saat ini, di mana jumlah aktor konflik terus bertambah dengan beragam kepentingan yang saling bersinggungan.

"Pendekatan serta pola kerja pemerintah yang masih cenderung sama tidak lagi relevan. Mustahil mengharapkan hasil yang berbeda jika strategi yang diterapkan tidak disesuaikan dengan kondisi spesifik di Papua yang terus berubah," tegas Nuning dalam keterangannya pada Sabtu.
Ia menambahkan, dinamika di Papua kini jauh lebih rumit dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah tinjauan ulang menyeluruh terhadap efektivitas Otsus serta penyusunan proyeksi ancaman yang lebih akurat dan komprehensif. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan dan strategi keamanan yang diterapkan mampu menjawab tantangan yang ada, bukan hanya mengulang pola lama yang terbukti kurang efektif.
Kasus penembakan terhadap tiga ASN Dinas Pertanian ini menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk segera bertindak. Evaluasi Otsus diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif dan solutif, demi menciptakan kedamaian serta stabilitas di Papua Pegunungan dan wilayah Papua lainnya.










Tinggalkan komentar