suaramedia.id – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, HE Mohammad Boroujerdi, secara tegas menyatakan bahwa negaranya menolak usulan gencatan senjata di Jalur Gaza. Menurut Boroujerdi, langkah tersebut justru tidak akan menguntungkan rakyat Palestina yang tengah berjuang untuk kemerdekaan. Pernyataan kontroversial ini disampaikan dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Islam Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta Selatan, Jumat lalu. Ironisnya, Iran justru menginginkan gencatan senjata terjadi di Lebanon.

Related Post
Boroujerdi menguraikan perbedaan fundamental antara situasi di Gaza dan Lebanon. Ia menjelaskan bahwa Lebanon, meskipun terus-menerus dibombardir, belum berada di bawah pendudukan militer Israel. Sebaliknya, Jalur Gaza telah sepenuhnya dikuasai oleh pasukan Zionis, menjadikannya wilayah pendudukan.

"Ketika suatu wilayah diduduki, Anda tidak menginginkan gencatan senjata," tegas Boroujerdi. "Anda ingin pendudukan itu berakhir. Anda ingin tanah tersebut kembali ke masyarakat yang sebenarnya. Rakyat tidak menginginkan gencatan senjata, mereka menginginkan kebebasan." Ia menekankan bahwa gencatan senjata di Gaza hanya akan mengukuhkan status quo pendudukan, tanpa memberikan solusi jangka panjang bagi penderitaan warga Palestina.
Untuk memperjelas argumennya, Boroujerdi memberikan analogi yang kuat. "Bayangkan jika Jakarta dikuasai selama berminggu-minggu dan ada yang menyerukan gencatan senjata. Apakah mayoritas rakyat akan setuju sebelum Jakarta dibebaskan lebih dulu?" tanyanya retoris, menyiratkan bahwa respons alami adalah menuntut pembebasan penuh, bukan jeda sementara dalam konflik.
Oleh karena itu, Iran memandang gencatan senjata di Lebanon sebagai langkah yang bijak untuk menghentikan serangan dan penderitaan sipil di sana. Namun, untuk Gaza, tuntutan utamanya adalah pengakhiran pendudukan dan pembebasan penuh. "Gencatan senjata di Gaza tidak menguntungkan rakyat Palestina. Mereka ingin tanah mereka bebas," pungkas Boroujerdi, menggarisbawahi posisi tegas negaranya dalam konflik yang berkepanjangan ini.








Tinggalkan komentar