Terkuak! Mengapa Sebutan ‘Konoha’ Mengancam Martabat RI?

Terkuak! Mengapa Sebutan 'Konoha' Mengancam Martabat RI?

suaramedia.id – Praktisi media Eddy Koko menyoroti fenomena penyebutan ‘Negara Konoha’ untuk Republik Indonesia yang marak di jagat maya belakangan ini. Menurut Koko, tren yang populer di kalangan anak muda ini sudah melewati batas kewajaran dan berpotensi mereduksi martabat serta kesakralan nama bangsa.

Koko menjelaskan, bagi generasi yang tak akrab dengan budaya pop Jepang, Konoha adalah nama desa fiktif dalam komik populer ‘Naruto’. Desa ini, yang dipimpin oleh seorang Hokage, digambarkan penuh intrik internal, praktik nepotisme yang merajalela, serta penegakan hukum yang cenderung tumpul ke atas namun tajam ke bawah. Kemiripan kondisi fiktif ini dengan realitas yang dirasakan sebagian masyarakat, terutama anak muda, menjadi alasan utama di balik penggunaan istilah tersebut. Alih-alih menyalurkan kekecewaan melalui demonstrasi fisik, netizen memilih jalur ‘ninja’ dengan menciptakan humor gelap atau ‘dark jokes’ sebagai katarsis.

Terkuak! Mengapa Sebutan 'Konoha' Mengancam Martabat RI?
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Koko tidak menampik bahwa kondisi internal republik ini memang sedang menghadapi berbagai tantangan. Ia mengakui adanya persepsi publik bahwa tata kelola negara terkadang terasa serampangan, ibarat sopir angkot yang nekat memacu kendaraan di tikungan tajam tanpa memedulikan keselamatan penumpang. Namun, ia mempertanyakan urgensi dan etika di balik pemilihan nama ‘Konoha’ sebagai pengganti ‘Indonesia’. "Mengapa nama ‘Indonesia’ yang sarat sejarah dan perjuangan harus menjadi sasaran olok-olok?" tanyanya.

Koko menegaskan perbedaan mendasar antara Konoha dan Indonesia. Desa Konoha hanyalah produk imajinasi Masashi Kishimoto, sang komikus Jepang, yang tercipta dari selembar kertas dan beberapa pena setelah sarapan ramen. Sebaliknya, nama ‘Indonesia’ bukanlah ciptaan semudah itu. Ia lahir dari tetesan darah, keringat, dan air mata para pahlawan yang berjuang merebut kemerdekaan dan membangun fondasi bangsa. Nama ini adalah simbol kedaulatan, identitas, dan martabat yang harus dijaga dan dihormati.

Melalui pandangannya, Eddy Koko mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih bijak dalam berekspresi di ruang digital. Kritik konstruktif tentu diperlukan untuk perbaikan bangsa, namun tidak dengan mereduksi makna dan kehormatan nama bangsa yang telah diperjuangkan dengan begitu gigih.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar