Menurut Ubedilah, meskipun saat ini belum ada partai politik yang secara eksplisit mendeklarasikan diri sebagai oposisi, watak dan semangat oposisi tetap hidup di kalangan partai-partai, termasuk PDIP. Ia mengamati bahwa PDIP saat ini cenderung menggunakan narasi sebagai "penyeimbang" dalam kancah politik nasional, belum secara gamblang memposisikan diri sebagai oposisi. Namun, situasi ini diperkirakan akan berubah drastis menjelang kontestasi politik lima tahunan berikutnya.

Related Post
"PDIP sekarang ini menggunakan diksi penyeimbang, kan, karena masih belum mengambil posisi clear soal oposisi. Tapi nanti sekitar satu tahun setengah sebelum pemilu, sepertinya PDIP akan oposisi total, maksud saya akan mengambil peran oposisi," terang Ubedilah dalam siniar "To The Point Aja" yang disiarkan melalui kanal YouTube SindoNews, seperti dikutip pada Rabu (25/2/2026).

Lebih lanjut, Ubedilah juga memaparkan pandangannya mengenai dinamika Pilpres 2029. Ia memperkirakan bahwa jika pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali maju, terutama dengan dukungan kuat dari Presiden Joko Widodo, akan muncul banyak tokoh lain yang berpotensi besar untuk bersaing.
Beberapa nama yang disebut Ubedilah memiliki kapabilitas untuk memimpin adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia bahkan optimis bahwa jika tokoh-tokoh tersebut mampu bersatu dalam satu kekuatan, mereka memiliki peluang signifikan untuk mengalahkan duet Prabowo-Gibran dalam perebutan kursi kepresidenan.








Tinggalkan komentar