Skandal WNI Jadi Tentara Rusia: Politik Luar Negeri RI di Ujung Tanduk?

Skandal WNI Jadi Tentara Rusia: Politik Luar Negeri RI di Ujung Tanduk?

suaramedia.id – Kasus dugaan perekrutan delapan warga negara Indonesia (WNI) sebagai tentara bayaran untuk Rusia telah memicu kekhawatiran serius di kalangan pengamat. Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati, seorang pakar militer dan intelijen, menyoroti implikasi diplomatik dan geopolitik yang bisa mengancam posisi politik luar negeri Indonesia.

Nuning, sapaan akrab Susaningtyas, menjelaskan bahwa keterlibatan WNI dalam konflik militer asing secara langsung bertentangan dengan prinsip "bebas aktif" yang selama ini dianut Indonesia. Prinsip ini menegaskan posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang selalu mengedepankan perdamaian dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Kehadiran WNI sebagai tentara bayaran Rusia, menurut Nuning, dapat merusak citra netralitas Indonesia di mata dunia internasional dan berpotensi menyeret negara ke dalam pusaran konflik global.

Skandal WNI Jadi Tentara Rusia: Politik Luar Negeri RI di Ujung Tanduk?
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Mantan anggota Komisi I DPR ini juga membeberkan modus operandi di balik perekrutan semacam ini. Menurutnya, sindikat internasional kerap memanfaatkan celah dalam pengawasan perbatasan dan memanipulasi informasi lowongan kerja di luar negeri. Ini memungkinkan WNI direkrut melalui negara ketiga dengan iming-iming menggiurkan, seperti gaji besar, bahkan janji sebagai petugas keamanan. "Kasus dugaan perekrutan delapan WNI menjadi tentara Rusia pada September 2026 menyoroti bagaimana sindikat internasional dapat mengeksploitasi sistem migrasi," ujar Nuning, seperti dikutip suaramedia.id.

Lebih lanjut, Nuning menekankan bahwa insiden semacam ini tidak hanya berdampak pada individu yang terlibat, tetapi juga menciptakan preseden buruk bagi kedaulatan dan integritas kebijakan luar negeri Indonesia. Pemerintah diharapkan untuk meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya perekrutan semacam ini, serta memperkuat koordinasi antarlembaga untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar