suaramedia.id – Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan kasus dugaan korupsi pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Seorang saksi kunci membeberkan adanya setoran rutin senilai Rp100 juta setiap tahun dari perusahaan jasa sertifikasi K3 kepada pihak kementerian, yang diduga sebagai pelicin untuk pengurusan Surat Izin Operator (SIO).

Related Post
Kesaksian ini disampaikan oleh Direktur PT Barito Sarana Karya (BSK), Rony Sugiarto, di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Senin (6/4/2026) lalu. Sidang tersebut merupakan bagian dari rangkaian persidangan yang menjerat mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel beserta sejumlah terdakwa lainnya.

Rony dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa uang setoran tahunan tersebut disalurkan kepada Irvian Bobby Mahendro, yang saat itu menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 periode 2022-2025. Irvian Bobby sendiri dikenal dengan julukan ‘Sultan Kemnaker’. "Saya yakin, pak yakin (diberikan ke Irvian Bobby)," ujar Rony dalam persidangan, menegaskan pernyataannya.
Lebih lanjut, Rony menjelaskan bahwa uang tersebut dikategorikan sebagai ‘biaya nonteknis’. Praktik ini, menurutnya, bukanlah hal baru dan telah berlangsung sejak kepemimpinan sebelumnya di perusahaan jasa K3 tempatnya bekerja. "Yang saya alami sendiri, saya meneruskan dari pimpinan sebelumnya, Pak," jelas Rony saat ditanya jaksa mengenai asal mula biaya nonteknis tersebut.
Mekanisme perhitungan ‘uang nonteknis’ ini pun terkuak. Rony menyebutkan bahwa awalnya, setiap SIO dikenakan biaya nonteknis sebesar Rp500 ribu. Namun, angka tersebut kemudian turun menjadi Rp250 ribu per SIO. "Yang terakhir itu per SIO Rp250 ribu," tambahnya, memberikan gambaran detail mengenai modus operandi setoran tersebut.
Pengungkapan ini menambah daftar panjang dugaan penyimpangan dalam kasus sertifikasi K3 yang telah menyeret sejumlah nama penting di Kemnaker. Persidangan akan terus berlanjut untuk mengungkap lebih dalam jaringan korupsi ini dan menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab.










Tinggalkan komentar