Rahasia Wisata Indonesia Terungkap!

Rahasia Wisata Indonesia Terungkap!

suaramedia.id – Jakarta – Potensi wisata Indonesia yang selama ini belum tergarap optimal menjadi sorotan utama dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno; Gubernur Banten, Andra Soni; Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak; dan Ketua Cendekia Pariwisata Indonesia, Azril Azahari, membahas kolaborasi antarprovinsi untuk memaksimalkan sektor pariwisata dan mendongkrak perekonomian.

Rano Karno menyoroti kontribusi besar Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, namun sektor pariwisata masih dianggap sebagai sektor pelengkap. "PDB dari ekonomi kreatif di Jakarta mencapai 11,8 persen, hampir 400 triliun rupiah. Namun, ini tanpa desain pariwisata yang matang," tegasnya di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (16/6). Ia mencontohkan Kepulauan Seribu dan Ancol yang belum dikembangkan secara maksimal, padahal Bandara Soekarno-Hatta setiap tahunnya dikunjungi 70 juta penumpang, tetapi hanya satu juta yang mengunjungi Jakarta. "Potensi ini belum digarap karena visi Jakarta sebelumnya tidak memprioritaskan pariwisata," tambahnya. Rano menekankan pentingnya konektivitas dan integrasi regional untuk membangun pariwisata lintas wilayah.

Rahasia Wisata Indonesia Terungkap!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan potensi wisata Banten yang beragam, dari sejarah hingga keindahan alam. Ia mendorong kerja sama antarwilayah untuk mempromosikan potensi daerah masing-masing dan menekankan pentingnya perencanaan berkelanjutan. "Bagaimana kita mempromosikan Jawa Timur kepada wisatawan Banten, begitu pula sebaliknya," ujarnya.

Senada dengan Rano dan Andra, Emil Dardak mengajak pemerintah daerah untuk saling mendukung, bukan bersaing, demi menciptakan situasi win-win. Empat bandara di Jawa Timur (Surabaya, Malang, Banyuwangi, dan Kediri) dapat terkoneksi dengan Jakarta untuk memperluas akses wisatawan. Ia mencontohkan keberhasilan jalur kereta api Solo-Madiun sebagai contoh diferensiasi produk wisata regional.

Azril Azahari menambahkan pentingnya pengembangan wisata minat khusus seperti belanja, kuliner, dan sejarah, serta menjaga ekosistem pariwisata yang terdiri dari lingkungan hidup, kondisi fisik, dan manusia serta budayanya. "Pariwisata bukan sektor berdiri sendiri, pendekatannya harus ilmiah," pungkasnya. (kay/chri)

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar