Rahasia Retret IPDN: Satu Kepala Daerah Mundur!

Rahasia Retret IPDN: Satu Kepala Daerah Mundur!

suaramedia.id – Bandung, Sumedang – Ratusan kepala daerah telah berdatangan di kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat, Minggu (22/6), untuk mengikuti retret gelombang kedua. Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, tampak hadir sejak pukul 09.12 WIB dan memastikan kesiapan acara. "Alhamdulillah, 99 persen siap semua. Saya mau mengecek kesiapan para praja," ujarnya kepada wartawan suaramedia.id.

Para kepala daerah tiba sekitar pukul 11.47 WIB, mengenakan seragam loreng lengkap layaknya militer. Bima Arya menjelaskan, satu kepala daerah terpaksa mengundurkan diri karena duka cita keluarga. "Jumlahnya 86, dikurangi Gubernur Papua Pegunungan yang berhalangan karena ibunya wafat," jelasnya. Total, 86 kepala daerah siap mengikuti retret empat hari ini, hingga Kamis (26/6).

Rahasia Retret IPDN: Satu Kepala Daerah Mundur!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Uniknya, peserta dengan riwayat kesehatan berat diberi tanda pita merah dan tetap diizinkan mengikuti kegiatan, namun di bawah pengawasan ketat. "Tetap ikut, tapi dalam pengawasan," tegas Bima Arya. Ia menambahkan, mereka yang mengenakan pita merah memiliki riwayat penyakit serius, seperti operasi jantung atau penyakit kronis lainnya.

Retret akan dibuka resmi oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Senin (23/6). Sementara itu, kehadiran Presiden Prabowo Subianto masih belum dikonfirmasi. "Belum ada konfirmasi," pungkas Bima Arya. Seragam loreng cokelat hanya dikenakan di hari pertama, selanjutnya peserta akan berganti seragam loreng hijau Komponen Cadangan (Komcad), seperti retret gelombang pertama.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar