suaramedia.id – JAKARTA – Persaudaraan Umat Islam (PUI) memberikan apresiasi tinggi terhadap kecepatan respons Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menyingkap tabir kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Namun, di balik pujian tersebut, PUI juga menyuarakan desakan kuat agar Polri segera menuntaskan berbagai kasus besar yang hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya di mata publik.

Related Post
Apresiasi ini disampaikan langsung oleh Koordinator PUI, Sjahrir Jasim, dalam sebuah aksi simpatik yang digelar di depan Markas Besar Polri, Jakarta, beberapa waktu lalu. Menurut Sjahrir, keberhasilan Polri dalam mengungkap kasus Andrie Yunus dengan cepat dan profesional harus menjadi standar baku dalam penanganan perkara lainnya. "Ini menunjukkan Polri mampu bekerja cepat dan profesional. Karena itu, publik juga berharap standar yang sama diterapkan dalam kasus-kasus besar yang masih menyisakan pertanyaan," tegas Sjahrir di tengah kerumunan massa yang hadir.

PUI secara spesifik menyoroti beberapa insiden krusial yang dinilai membutuhkan pengungkapan yang jauh lebih komprehensif, bukan sekadar penyelesaian hukum formal. Dua di antaranya adalah Tragedi Kanjuruhan dan peristiwa KM 50. PUI mendesak agar Polri dapat memberikan jawaban atas berbagai aspek yang menjadi perhatian luas masyarakat. "Polri harus dapat menjawab berbagai aspek yang menjadi perhatian publik, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), penggunaan kekuatan, hingga kejelasan rantai komando dalam dua kasus besar tersebut," pungkasnya. Desakan ini menjadi tantangan bagi Korps Bhayangkara untuk membuktikan transparansi dan akuntabilitasnya kepada seluruh rakyat Indonesia.










Tinggalkan komentar