OTT Bogor: KPK Sita Ratusan Miliar, Pejabat Top Terjaring!

OTT Bogor: KPK Sita Ratusan Miliar, Pejabat Top Terjaring!

suaramedia.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan taringnya dalam pemberantasan korupsi. Pada Senin, 14 September 2026, lembaga antirasuah ini menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait dugaan praktik rasuah dalam pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB). Dalam operasi senyap tersebut, penyidik berhasil menyita uang tunai bernilai fantastis, diperkirakan mencapai ratusan miliar Rupiah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi penyitaan uang dalam jumlah besar tersebut. "Penyidik menyita uang ratusan miliar Rupiah terkait OTT di Kabupaten Bogor," ujarnya, seperti dikutip dari suaramedia.id.

OTT Bogor: KPK Sita Ratusan Miliar, Pejabat Top Terjaring!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Lebih lanjut, Budi menjelaskan bahwa tim KPK menemukan barang bukti berupa uang tunai dalam mata uang Rupiah dan valuta asing yang dikemas rapi dalam puluhan koper, boks, dan kardus. "Dalam penyelidikan tertutup ini, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk uang tunai yaitu Rupiah dan valas yang dibungkus, dikemas dalam boks, kardus, ataupun koper yang berjumlah sekitar 20-an koper," kata Budi.

Meskipun nilai pastinya masih dalam proses perhitungan, estimasi awal menunjukkan angka yang sangat besar. "Saat ini masih proses hitung dan estimasi nominalnya mencapai ratusan miliar rupiah," tambahnya.

Operasi ini juga menjaring 17 orang yang diduga terlibat. Di antara mereka adalah figur-figur penting dari berbagai instansi dan latar belakang politik. Mereka termasuk Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) bernama Lampri, Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bogor I Sontang Coin Manurung, serta Kepala Kantah Tangerang Kota Tardi. Selain itu, politikus Partai Golkar, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, dan mantan Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, juga turut diamankan.

"Total saat ini yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini sejumlah 17 orang ya. Di antaranya ada Dirjen, kemudian dua Kepala Kantah," pungkas Budi, menandakan seriusnya kasus ini. Penyelidikan lebih lanjut sedang berlangsung untuk mengungkap seluruh jaringan dan modus operandi korupsi HGB ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar