suaramedia.id – Jelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), Polri meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran narkoba. Mabes Polri akan menggelar operasi gabungan besar-besaran di seluruh Indonesia untuk menindak tegas para pelaku kejahatan narkotika.

Related Post
Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, mengungkapkan bahwa operasi ini bertujuan mengantisipasi lonjakan peredaran narkoba yang kerap terjadi saat libur panjang. "Kami akan menggelar operasi gabungan di tempat-tempat hiburan malam, termasuk diskotik, klub, dan bar di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar," ujarnya, Selasa (25/11).

suaramedia.id – Menurut Brigjen Eko, tren peningkatan peredaran narkotika sudah mulai terdeteksi. Peningkatan ini dipicu oleh meningkatnya keramaian dan aktivitas hiburan di akhir tahun. "Akhir tahun identik dengan perayaan, pesta, dan meningkatnya aktivitas di tempat hiburan malam, yang menjadi pasar potensial bagi peredaran narkoba jenis rekreasi, seperti ekstasi dan sabu-sabu," jelasnya.
Faktor lain yang memicu peningkatan peredaran narkoba adalah meningkatnya permintaan dari pengguna karena adanya waktu libur panjang. Para pengedar dan bandar narkoba juga memanfaatkan momentum Nataru untuk meraup keuntungan besar.
suaramedia.id – Untuk mencegah masuknya narkoba dari jaringan transnasional, Polri akan melakukan penindakan dan pengecekan ketat di titik-titik rawan narkoba, seperti wilayah perbatasan dan jalur-jalur tikus. Selain itu, penggerebekan dan operasi juga akan dilakukan di kampung-kampung narkoba atau wilayah yang diidentifikasi sebagai sarang peredaran narkoba. Dengan langkah-langkah ini, Polri berharap dapat menekan peredaran narkoba dan menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama perayaan Nataru.










Tinggalkan komentar