suaramedia.id – Sebuah insiden tragis mengguncang publik setelah seorang oknum anggota Brimob di Maluku diduga menganiaya seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) berusia 14 tahun hingga meninggal dunia. Peristiwa memilukan ini sontak menarik perhatian Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, yang mendesak penyelidikan tuntas dan evaluasi menyeluruh terhadap institusi kepolisian.

Related Post
Terungkap, oknum anggota Brimob Maluku berinisial MS kini telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan yang berujung pada kematian AT (14). Informasi awal menyebutkan, korban tewas setelah dihantam helm oleh pelaku, menyebabkan ia terjatuh dari sepeda motornya.

Menanggapi kasus serius ini, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Irjen Pol Dadang Hartanto, menegaskan komitmennya untuk mempercepat proses Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) bagi MS. Langkah tegas ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya serta menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran kepolisian.
Sahroni, dalam pernyataannya pada Senin, tidak bisa menyembunyikan keprihatinannya yang mendalam. Ia menekankan bahwa insiden tragis ini sama sekali tidak mencerminkan arahan dan pesan humanis dari Kapolri yang selalu menyerukan pendekatan preventif. "Peristiwa ini sungguh menyedihkan dan wajib diusut hingga tuntas tanpa pandang bulu," tegas Sahroni. Ia menambahkan, "Kapolri telah berulang kali mengingatkan agar setiap anggota Polri bertindak humanis dan mengedepankan langkah-langkah pencegahan. Kejadian ini menjadi tamparan keras dan harus menjadi bahan evaluasi total bagi seluruh jajaran kepolisian." Desakan ini menyoroti pentingnya akuntabilitas dan reformasi internal demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.










Tinggalkan komentar