suaramedia.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar baru-baru ini melontarkan pernyataan yang menyoroti peran sentral pesantren dalam membentuk generasi unggul. Menurutnya, lembaga pendidikan berasrama ini bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan benteng teraman bagi para santri, baik untuk kehidupan di dunia maupun bekal di akhirat kelak. Penilaian ini didasari oleh konsep boarding school yang secara inheren melekat pada sistem pendidikan pesantren.

Related Post
Nasaruddin Umar menekankan bahwa model pendidikan berasrama yang diterapkan pesantren menawarkan pendekatan yang sangat efektif, terutama bagi anak-anak dan remaja yang berada pada fase usia rentan. Dalam lingkungan pesantren, peserta didik tidak hanya dijejali dengan teori dan materi pelajaran semata. Lebih dari itu, mereka secara langsung mengaplikasikan nilai-nilai dan ilmu yang diperoleh dalam rutinitas sehari-hari, menciptakan keselarasan antara pengetahuan dan praktik.

"Sekolah yang paling aman, baik untuk kehidupan dunia maupun akhirat, adalah pesantren," tegas Nasaruddin dalam sebuah kesempatan yang dilaporkan pada Minggu (5/7/2026). Ia menambahkan, "Kerusakan moral pada anak remaja kita saat ini seringkali disebabkan oleh kontradiksi antara apa yang mereka pelajari dengan realitas kehidupan yang mereka jalani. Namun, jika seorang anak dididik secara berasrama, apa yang dipelajari akan langsung diamalkan. Proses inilah yang nantinya akan membentuk mereka menjadi pribadi-pribadi yang saleh dan salehah."
Pernyataan Menag ini menggarisbawahi pentingnya lingkungan yang terkontrol dan terintegrasi dalam pembentukan karakter. Di pesantren, setiap aspek kehidupan santri, mulai dari ibadah, belajar, hingga interaksi sosial, terpantau dan terarah. Hal ini meminimalisir potensi pengaruh negatif dari luar dan memaksimalkan pembentukan akhlak mulia serta kemandirian, menjadikan pesantren sebagai model pendidikan holistik yang relevan di tengah tantangan zaman.








Tinggalkan komentar