suaramedia.id – Ribuan jemaah membanjiri kediaman mendiang Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (20/12) malam ini. Mereka berkumpul untuk memperingati Haul ke-16 Gus Dur yang tahun ini mengusung tema "Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat," sebuah seruan refleksi kebangsaan yang mendalam di tengah dinamika sosial politik tanah air.

Related Post
Acara sakral ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional terkemuka, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar, mantan Menko Polhukam Mahfud MD, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi, serta putri proklamator Bung Hatta, Halida Hatta. Suasana khidmat terasa kental, dengan sebagian besar peserta mengenakan busana muslim dan peci hitam, memenuhi setiap sudut area peringatan.

Alissa Wahid, putri sulung Gus Dur sekaligus Ketua Pelaksana Haul, menegaskan bahwa peringatan kali ini bukan sekadar seremoni atau tahlil biasa. "Momen ini adalah refleksi kebangsaan," ujar Alissa di lokasi, seperti yang dilaporkan suaramedia.id. Ia menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena adanya kekhawatiran terhadap ruang bagi rakyat yang kian terpinggirkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
"Kita melihat di Indonesia saat ini, kehidupan berbangsa dan bernegara kita itu ruang untuk rakyatnya makin ke pinggir. Tidak menjadi sentral kebijakan, tidak menjadi aktor-aktor yang dilibatkan," tambahnya, menyoroti fenomena pembungkaman dan tindakan represif terhadap suara-suara kritis dari masyarakat. Alissa menyebut bahwa rakyat Indonesia kian kehilangan ruang untuk menyuarakan aspirasi mereka.
Pesan-pesan penting dari Haul ini akan disampaikan secara khusus kepada empat kelompok utama: negara, elit politik, Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pemimpin masyarakat sipil, dan tentu saja, rakyat Indonesia itu sendiri. Harapannya, peringatan ini dapat menjadi pengingat akan pentingnya kedaulatan rakyat dalam setiap kebijakan dan arah pembangunan bangsa.
Rangkaian tausiah akan menjadi inti acara, menampilkan sosok-sosok inspiratif yang memiliki kedekatan dengan perjuangan Gus Dur. Istri almarhum Gus Dur, Shinta Nuriyah, dijadwalkan memberikan tausiah bukan dalam kapasitasnya sebagai istri, melainkan sebagai "Ibu Bangsa" dan Ketua Gerakan Nurani Bangsa, seorang pejuang mandiri. Selain itu, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah Ubaidullah Shodaqoh dan Mahfud MD, yang pernah menjadi menteri di era Gus Dur dan kini aktif di Komisi Percepatan Reformasi Polri, juga akan turut menyampaikan pandangannya.
Peringatan Haul ke-16 Gus Dur ini diharapkan menjadi momentum krusial untuk mengembalikan kedaulatan rakyat dan mengingatkan kembali nilai-nilai demokrasi, pluralisme, serta keadilan yang diperjuangkan Gus Dur sepanjang hidupnya.










Tinggalkan komentar