Likuiditas Bank Mengendap: Ancaman Nyata Bagi Ekonomi Riil?

Likuiditas Bank Mengendap: Ancaman Nyata Bagi Ekonomi Riil?

suaramedia.id – Di balik kemilau gedung-gedung pencakar langit yang menjulang di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, sebuah dilema krusial tengah membayangi koridor perbankan nasional. Para pengelola likuiditas dan direktur risiko bank kini dihadapkan pada pilihan sulit: menyalurkan dana segar ke sektor riil yang sarat risiko usaha, atau memarkirkannya pada instrumen moneter jangka pendek yang menjanjikan imbal hasil menarik tanpa beban risiko kredit sama sekali.

Dilema ini kian meruncing seiring dengan pengetatan kebijakan moneter baik di kancah global maupun domestik. Penerbitan instrumen seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) memang terbukti ampuh dalam menyerap likuiditas berlebih dan menahan guncangan nilai tukar Rupiah. Namun, di balik efektivitasnya, muncul efek samping yang patut dicermati: terciptanya persaingan sengit dalam penyerapan dana domestik. Likuiditas perbankan yang seharusnya mengalir deras sebagai darah bagi ekspansi dunia usaha, kini sebagian justru berbelok arah menuju "pelabuhan aman" moneter.

Likuiditas Bank Mengendap: Ancaman Nyata Bagi Ekonomi Riil?
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Perdana Wahyu Santosa, seorang Profesor Ekonomi, Dekan FEB Universitas YARSI, sekaligus Direktur Riset GREAT Institute, menyoroti fenomena ini sebagai sebuah tantangan serius. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut tegar terlihat pada dinamika transmisi suku bunga. Ketika suku bunga acuan dipertahankan tinggi demi meredam gejolak eksternal, suku bunga dana (deposito) dan kredit perbankan turut terkerek naik.

Bagi industri ritel, manufaktur, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kenaikan biaya pinjaman atau cost of credit ini menjadi beban tambahan yang tidak ringan. Terlebih lagi, kondisi ini terjadi di tengah daya beli masyarakat yang sedang mengalami normalisasi pasca-pandemi. Akibatnya, potensi pertumbuhan dan ekspansi sektor-sektor vital ini bisa terhambat, bahkan terancam.

Tantangan bagi otoritas moneter dan perbankan kini adalah bagaimana menyeimbangkan kebutuhan stabilitas makro dengan dorongan vital bagi pertumbuhan ekonomi riil. Memastikan likuiditas bank tidak hanya aman, tetapi juga produktif mengalir ke sektor-sektor yang membutuhkan, menjadi kunci untuk menjaga momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar