Klaim Kontroversial Israel Picu Badai Diplomatik, Kemlu RI Murka!

Klaim Kontroversial Israel Picu Badai Diplomatik, Kemlu RI Murka!

suaramedia.id – Jakarta – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia melayangkan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terhadap pernyataan kontroversial Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee. Dalam pernyataannya, Huckabee secara terang-terangan mendukung klaim Israel atas sebagian wilayah Timur Tengah, termasuk Tepi Barat yang saat ini diduduki. Insiden diplomatik ini sontak memicu gelombang protes dari berbagai negara.

Pernyataan Mike Huckabee mengindikasikan bahwa dapat diterima bagi Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah yang secara historis milik negara-negara Arab. Klaim ini segera memicu kemarahan, mengingat sensitivitas tinggi isu kedaulatan wilayah dan konflik berkepanjangan di kawasan tersebut.

Klaim Kontroversial Israel Picu Badai Diplomatik, Kemlu RI Murka!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Melalui akun resminya di platform X (sebelumnya Twitter), @Kemlu_RI, Kemlu RI menegaskan sikap tegasnya. "Menyampaikan kecaman keras dan keprihatinan mendalam terkait pernyataan yang dibuat oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, yang mengindikasikan bahwa dapat diterima bagi Israel untuk mengendalikan wilayah-wilayah milik negara-negara Arab, termasuk Tepi Barat yang diduduki," demikian bunyi pernyataan Kemlu RI yang dikutip suaramedia.id baru-baru ini.

Kecaman terhadap pernyataan Huckabee tidak hanya datang dari Indonesia. Sejumlah kementerian luar negeri negara-negara Arab seperti Mesir, Kerajaan Hashemite Yordania, Uni Emirat Arab, Kerajaan Arab Saudi, Negara Qatar, Negara Kuwait, Kesultanan Oman, Kerajaan Bahrain, Republik Lebanon, Republik Arab Suriah, dan Negara Palestina, turut menyuarakan penolakan tegas. Kecaman serupa juga datang dari Republik Islam Pakistan, Republik Turki, serta organisasi regional penting seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Liga Arab (LAS), dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).

Mereka semua menegaskan bahwa pernyataan berbahaya dan provokatif tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lebih jauh, klaim sepihak semacam itu dinilai dapat menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan yang sudah rapuh.

Pernyataan Dubes AS ini juga dinilai sangat kontradiktif dengan visi Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya, serta Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza. Rencana tersebut justru berlandaskan pada upaya meredam eskalasi dan menciptakan jalan politik menuju penyelesaian menyeluruh yang menjamin hak rakyat Palestina untuk memiliki negara merdeka.

Insiden diplomatik ini menggarisbawahi betapa krusialnya kehati-hatian dalam setiap pernyataan publik pejabat diplomatik, terutama terkait isu-isu sensitif di Timur Tengah. Klaim sepihak atas wilayah yang disengketakan hanya akan memperkeruh situasi, menghambat upaya perdamaian, dan menjauhkan harapan akan solusi damai yang berkelanjutan bagi rakyat Palestina.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar