Kampus Dituding ‘Pabrik’ Lulusan, Ini Dilema Sesungguhnya!

Kampus Dituding 'Pabrik' Lulusan, Ini Dilema Sesungguhnya!

suaramedia.id – Suasana haru dan bangga menyelimuti sebuah aula megah, di mana ratusan wisudawan mengenakan toga kebanggaan mereka, siap melangkah ke babak baru kehidupan. Momen sakral ini, yang baru saja diselenggarakan oleh sebuah universitas terkemuka, tak hanya menjadi penanda kelulusan, namun juga memicu perdebatan sengit tentang peran sesungguhnya institusi pendidikan tinggi. Sehari sebelumnya, bursa kerja besar-besaran digelar, mempertemukan para lulusan dengan perwakilan perusahaan, seolah menegaskan fungsi kampus sebagai penyedia tenaga kerja.

Frangky Selamat, Dosen Tetap Program Studi Sarjana Manajemen FEB Universitas Tarumanagara, menyoroti fenomena ini. Pertemuan dengan divisi sumber daya manusia (HR) perusahaan-perusahaan besar menjadi ajang diskusi krusial mengenai kualitas lulusan dan penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan tuntutan dunia usaha. Tak pelak, situasi ini memperkuat pandangan sebagian pihak yang melabeli kampus sebagai "pabrik tenaga kerja". Apalagi, wacana pemerintah untuk menutup program studi yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri semakin mempertegas stigma tersebut.

Kampus Dituding 'Pabrik' Lulusan, Ini Dilema Sesungguhnya!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Namun, apakah benar kampus hanya berfungsi sebagai "pabrik" semata? Frangky Selamat mempertanyakan asumsi ini. Jika memang demikian, ada prasyarat mendasar yang harus dipenuhi, layaknya sebuah pabrik yang ingin menghasilkan produk berkualitas tinggi. Syarat pertama dan utama adalah ketersediaan "bahan baku" yang memenuhi standar kualitas tertentu.

Dalam konteks pendidikan, "bahan baku" tersebut adalah calon mahasiswa baru. Ironisnya, kualitas calon mahasiswa yang mendaftar sangat bervariasi. Tidak semua perguruan tinggi beruntung "kebanjiran" pendaftar dengan potensi akademik yang mumpuni. Banyak di antaranya justru harus berjuang keras untuk menarik minat mahasiswa baru, bahkan terkadang tanpa bisa terlalu selektif dalam proses penerimaan. Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi kampus yang diharapkan mampu mencetak lulusan sesuai ekspektasi pasar, sekaligus menjaga relevansinya tanpa kehilangan esensi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan karakter.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar