Jaksa Agung & Kapolri Bersatu, Karier Febrie Tamat!

Jaksa Agung & Kapolri Bersatu, Karier Febrie Tamat!

suaramedia.id – Kiai Kampung HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, menyoroti momen penting pada Senin, 13 Juli 2026 sore. Publik disuguhkan pemandangan menyejukkan di tengah isu-isu panas, ketika Jaksa Agung ST Burhanuddin menjamu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Di hadapan para pewarta, kedua pimpinan institusi penegak hukum itu memperlihatkan salam komando, sebuah gestur kuat yang menegaskan soliditas mereka. "Jangan berpikir kami ini rival," ujar Gus Lilur, mengutip pernyataan Burhanuddin yang kala itu menjelaskan hubungannya dengan Sigit sebagai teman lama, jauh sebelum keduanya memimpin lembaga masing-masing.

Kapolri Sigit, yang hadir bersama jajaran pejabat utama Polri, membalas dengan menyatakan kehormatannya dijamu Korps Adhyaksa. Ia juga menekankan ikatan kuat antara Kejaksaan dan Kepolisian sebagai satu kesatuan aparat dalam sistem peradilan pidana. Menurut Gus Lilur, salam komando tersebut bukan sekadar formalitas protokoler. "Ia adalah pernyataan politik hukum yang paling penting pekan ini, dan rakyat perlu membacanya dengan jernih: tidak ada konfrontasi antara kejaksaan dan kepolisian. Tidak ada pertempuran antarinstitusi. Tidak ada perang bintang. Yang ada, dan yang sedang berlangsung di depan mata kita, adalah murni penegakan hukum," tegas Gus Lilur, seperti dikutip suaramedia.id.

Jaksa Agung & Kapolri Bersatu, Karier Febrie Tamat!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Gus Lilur kemudian mengajak publik untuk memahami konteks di balik pertemuan penting ini. Sejak 8 Juli 2026, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di 13 lokasi berbeda di wilayah Jabodetabek. Dari sebuah brankas di rumah yang berlokasi di kawasan Sentul, disita tujuh koper berisi 74 kilogram emas serta tumpukan valuta asing dengan nilai total fantastis, sekitar Rp476 miliar. Peristiwa ini memuncak pada Sabtu dini hari, 11 Juli 2026, ketika pemilik rumah tersebut secara mengejutkan mengundurkan diri dari jabatannya. Pada hari yang sama, ia resmi ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait penanganan perkara Asabri, tata niaga batu bara, dan Krakatau Steel.

"Dengan itu, secara efektif tamatlah karier Febrie Adriansyah sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus—jabatan penuntutan tertinggi untuk perkara korupsi di republik ini," pungkas Gus Lilur. Pernyataan ini sekaligus menjadi penegas bahwa apa yang terjadi adalah murni proses penegakan hukum, tanpa adanya intrik atau rivalitas antarlembaga, melainkan sinergi dalam memberantas korupsi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar