suaramedia.id – Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, baru-baru ini mengungkapkan agenda krusial yang menggarisbawahi semakin eratnya kemitraan strategis kedua negara. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan akan terbang ke China pada pekan depan untuk kunjungan kerja penting. Pengumuman ini disampaikan Dubes Wang setelah menghadiri acara bertajuk "Alumni Gathering: Indonesia-China Technical Cooperation Program Silk Road Night Market Reunion" yang berlangsung meriah di Gedung Krida Bhakti, Kemensesneg, Jakarta, Kamis (11/6/2026) malam.

Related Post
Kunjungan Menkeu Purbaya ini bukanlah yang pertama dari pejabat tinggi ekonomi Indonesia dalam waktu dekat. Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, juga telah lebih dulu berada di Negeri Tirai Bambu tersebut pada minggu ini. "Gubernur Bank Sentral Indonesia sedang mengunjungi China Minggu ini. Dan juga Menteri Keuangan akan mengunjungi China Minggu depan," ujar Dubes Wang, mengonfirmasi padatnya jadwal kunjungan pejabat tinggi Indonesia ke China.

Namun, Dubes Wang tidak merinci lebih lanjut mengenai agenda spesifik atau tujuan utama dari kunjungan kedua pejabat tinggi ekonomi Indonesia tersebut. Pernyataan ini justru mengemuka saat Dubes Wang menjawab pertanyaan dari awak media terkait potensi implementasi QRIS, sistem pembayaran digital milik Indonesia, agar dapat berlaku di China. Hal ini sontak memantik spekulasi di kalangan pengamat ekonomi mengenai apakah isu interoperabilitas pembayaran digital, atau bahkan kerja sama ekonomi yang lebih luas, akan menjadi topik utama dalam pertemuan-pertemuan mendatang.
Intensitas kunjungan pejabat tinggi ini secara jelas mengindikasikan semakin eratnya kemitraan strategis antara Indonesia dan China, terutama di sektor ekonomi dan keuangan. Kunjungan-kunjungan semacam ini diharapkan dapat membuka peluang baru dan memperkuat fondasi kerja sama yang telah terjalin. Sebelumnya, China juga telah menunjukkan komitmennya dengan rencana pembangunan pusat padi dan sekolah vokasi di Papua, menandakan diversifikasi area kerja sama yang terus meluas dan saling menguntungkan. Publik pun menanti detail lebih lanjut dari misi penting yang dibawa Menkeu Purbaya ke China.








Tinggalkan komentar