suaramedia.id – Arena politik nasional kembali memanas dengan saling sindir antar partai. Kali ini, PDI Perjuangan (PDIP) melalui Ketua DPP Deddy Yevri Sitorus melayangkan respons tajam kepada Partai Golkar, setelah Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengomentari posisi PDIP sebagai partai penyeimbang. Tak tanggung-tanggung, Deddy menyarankan agar Partai Golkar lebih baik fokus mengurus persoalan pemadaman listrik yang marak terjadi di berbagai daerah, ketimbang sibuk mengomentari internal partai lain.

Related Post
Pernyataan ini muncul sebagai balasan atas pandangan Golkar yang menyebut PDIP akan menjadi partai penyeimbang dalam pemerintahan mendatang. Deddy Yevri Sitorus, dalam pernyataannya di Jakarta, Sabtu lalu, dengan tegas menyatakan, "Saya menilai lebih baik Partai Golkar fokus mengurus persoalan pemadaman listrik yang terjadi di mana-mana, daripada sibuk mengurusi posisi PDI Perjuangan."

Lebih lanjut, Deddy juga menekankan perbedaan fundamental antara PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Menurutnya, PDIP bukanlah entitas politik yang, seperti Golkar, cenderung selalu berada dalam lingkaran kekuasaan, terlepas dari hasil pemilihan umum. "PDI Perjuangan bukan partai seperti Golkar yang kalah atau menang tetap ikut berkuasa," tegas Deddy, menyentil sejarah politik Golkar yang kerap menjadi bagian dari koalisi pemerintahan, baik saat memenangkan pemilu maupun ketika berada di posisi oposisi.
Saling sindir antara dua partai besar ini menunjukkan dinamika politik pasca-pemilu yang masih hangat, di mana setiap partai mencoba menegaskan posisi dan identitasnya di mata publik. Foto Deddy Yevri Sitorus dan Sarmuji yang beredar (Dok.SindoNews) menjadi simbol ketegangan yang mewarnai panggung politik Tanah Air.








Tinggalkan komentar