AI vs Pekerja: KSPSI AGN Beri Ultimatum di Forum BRICS!

AI vs Pekerja: KSPSI AGN Beri Ultimatum di Forum BRICS!

suaramedia.id – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Aliansi Nasional (KSPSI AGN) menyuarakan desakan kuat agar perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI) dan ekonomi digital, tidak mengorbankan hak-hak pekerja. Seruan ini digaungkan dalam ajang BRICS Trade Union Forum (TUF) Summit 2026 yang berlangsung di Hyderabad, India, pada 14-16 Juli 2026. Delegasi KSPSI AGN, yang diwakili oleh William Yani Wea sebagai Advisor dan International Affairs Executive, serta Ditha Julieta selaku International Relations Officer, menegaskan urgensi perlindungan tenaga kerja di tengah laju transformasi digital dan transisi menuju industri hijau.

Dalam forum bergengsi tersebut, KSPSI AGN menekankan bahwa kemajuan teknologi harus sejalan dengan prinsip keadilan sosial dan keberpihakan pada pekerja. Transformasi digital yang humanis, di mana AI menjadi alat bantu bukan ancaman, serta penguatan perlindungan bagi pekerja di sektor ekonomi digital dan industri hijau, menjadi poin krusial yang diangkat oleh perwakilan Indonesia. Presiden KSPSI AGN, Andi Gani Nena Wea, melalui perwakilannya, secara konsisten mendorong agar inovasi tidak menciptakan kesenjangan baru, melainkan memberdayakan seluruh lapisan masyarakat pekerja.

AI vs Pekerja: KSPSI AGN Beri Ultimatum di Forum BRICS!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

BRICS Trade Union Forum (TUF) Summit 2026 sendiri merupakan platform penting yang mempertemukan para pemimpin serikat pekerja dari negara-negara anggota BRICS. Dengan mengusung tema ‘Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability’, forum ini bertujuan merumuskan rekomendasi kebijakan ketenagakerjaan yang komprehensif. Rekomendasi tersebut nantinya akan disampaikan langsung kepada para Menteri Ketenagakerjaan dan pemimpin negara-negara BRICS, menandakan bobot strategis dari setiap diskusi yang berlangsung.

Secara spesifik, pada sesi diskusi bertajuk ‘Human Centric Technology and AI’, William Yani Wea dari KSPSI AGN kembali menegaskan bahwa negara-negara BRICS memikul tanggung jawab besar. Tanggung jawab tersebut adalah memastikan bahwa setiap inovasi dan kemajuan teknologi, termasuk AI, tidak boleh mengesampingkan kesejahteraan dan hak-hak fundamental para pekerja. Ini adalah seruan untuk menjadikan teknologi sebagai mitra, bukan pengganti, dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar