suaramedia.id – Direktorat Jenderal Imigrasi tengah melakukan investigasi mendalam terkait isu kebocoran tiga juta data pada sistem eVisa Indonesia yang sempat menghebohkan publik. Namun, Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, dengan tegas membantah dan menyatakan bahwa informasi peretasan sistem eVisa tersebut adalah kabar bohong alias hoaks.

Related Post
Isu kebocoran data ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun X (sebelumnya Twitter) bernama @DailyDarkWeb. Akun tersebut mengklaim bahwa seorang peretas telah berhasil membobol sistem eVisa (evisa.imigrasi.go.id) dan mengekspos sekitar tiga juta data penting. Data yang diduga bocor meliputi nomor paspor, identitas visa, nama lengkap pemohon, hingga status visa.

Menanggapi tuduhan serius ini, Hendarsam Marantoko pada Minggu (26/4/2026) menegaskan, "Tidak benar data Imigrasi telah mengalami kebocoran." Ia menjelaskan bahwa klaim yang beredar tersebut belum terverifikasi kebenarannya. Lebih lanjut, kredibilitas pengunggah informasi dinilai rendah karena menggunakan akun baru yang minim rekam jejak.
Dari hasil investigasi awal yang dilakukan Ditjen Imigrasi, ditemukan adanya perbedaan signifikan pada struktur field database yang diklaim bocor dengan tampilan field database yang sebenarnya dimiliki oleh sistem Imigrasi. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa informasi kebocoran data tersebut tidak valid dan hanya merupakan hoaks yang sengaja disebarkan. Pihak Imigrasi terus berupaya memastikan keamanan sistem dan data para pemohon visa.











Tinggalkan komentar