suaramedia.id – JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi mengonfirmasi penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang sebelumnya diemban oleh Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo. Keputusan ini diambil sebagai respons atas mencuatnya kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Related Post
Pernyataan resmi terkait hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu (25/3/2026). "Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," ujar Aulia, menegaskan langkah institusi dalam menanggapi insiden tersebut.

Meskipun pengumuman ini secara luas diinterpretasikan sebagai pencopotan, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah tidak secara eksplisit menggunakan istilah tersebut. Saat didesak oleh awak media mengenai status "pencopotan" Letjen Yudi, Aulia memilih untuk tidak memberikan jawaban lugas. Ia kemudian segera mengakhiri sesi tanya jawab dengan mengucapkan terima kasih kepada para jurnalis.
Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, telah menyita perhatian publik dan memicu desakan akan akuntabilitas. Insiden tersebut sebelumnya menyeret empat oknum prajurit dari BAIS TNI, yang berasal dari matra Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Penyerahan jabatan KABAIS TNI ini, menurut sumber internal suaramedia.id, menegaskan komitmen institusi dalam menegakkan pertanggungjawaban atas kasus serius yang melibatkan personelnya, sekaligus menjaga citra dan integritas TNI di mata masyarakat.










Tinggalkan komentar