suaramedia.id – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi akan mengambil peran sebagai oposisi total sekitar satu setengah tahun sebelum gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan oleh Ubedilah Badrun, seorang analis sosial politik terkemuka dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

suaramedia.id -  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi akan mengambil peran sebagai oposisi total sekitar satu setengah tahun sebelum gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan oleh Ubedilah Badrun, seorang analis sosial politik terkemuka dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Menurut Ubedilah, meskipun saat ini belum ada partai politik yang secara eksplisit mendeklarasikan diri sebagai oposisi, watak dan semangat oposisi tetap hidup di kalangan partai-partai, termasuk PDIP. Ia mengamati bahwa PDIP saat ini cenderung menggunakan narasi sebagai "penyeimbang" dalam kancah politik nasional, belum secara gamblang memposisikan diri sebagai oposisi. Namun, situasi ini diperkirakan akan berubah drastis menjelang kontestasi politik lima tahunan berikutnya.

"PDIP sekarang ini menggunakan diksi penyeimbang, kan, karena masih belum mengambil posisi clear soal oposisi. Tapi nanti sekitar satu tahun setengah sebelum pemilu, sepertinya PDIP akan oposisi total, maksud saya akan mengambil peran oposisi," terang Ubedilah dalam siniar "To The Point Aja" yang disiarkan melalui kanal YouTube SindoNews, seperti dikutip pada Rabu (25/2/2026).

suaramedia.id -  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diprediksi akan mengambil peran sebagai oposisi total sekitar satu setengah tahun sebelum gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Pernyataan mengejutkan ini disampaikan oleh Ubedilah Badrun, seorang analis sosial politik terkemuka dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Gambar Istimewa : pict.sindonews.net

Lebih lanjut, Ubedilah juga memaparkan pandangannya mengenai dinamika Pilpres 2029. Ia memperkirakan bahwa jika pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali maju, terutama dengan dukungan kuat dari Presiden Joko Widodo, akan muncul banyak tokoh lain yang berpotensi besar untuk bersaing.

Beberapa nama yang disebut Ubedilah memiliki kapabilitas untuk memimpin adalah Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Mahfud MD, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia bahkan optimis bahwa jika tokoh-tokoh tersebut mampu bersatu dalam satu kekuatan, mereka memiliki peluang signifikan untuk mengalahkan duet Prabowo-Gibran dalam perebutan kursi kepresidenan.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar