suaramedia.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, atau yang akrab disapa Gus Yahya, baru-baru ini menyampaikan sebuah pesan krusial kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto. Pesan tersebut berpusat pada strategi diplomasi yang akan ditempuh Indonesia dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina. Gus Yahya secara tegas mengingatkan agar langkah-langkah yang diambil tidak justru menyeret Indonesia ke dalam pusaran kepentingan yang berpotensi merugikan rakyat Palestina.

Related Post
Peringatan penting ini disampaikan Gus Yahya usai pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa lalu. Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menekankan perlunya kehati-hatian agar kebijakan luar negeri Indonesia terkait isu Palestina tidak melenceng dari tujuan mulia membantu pembebasan Palestina, melainkan justru dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda tersembunyi.

"Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Bapak Presiden. Namun, kami menitipkan pesan agar tidak mudah terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina," ujar Gus Yahya kepada awak media setelah pertemuan tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh suaramedia.id.
Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, PBNU memiliki pandangan yang kuat dan konsisten mengenai isu Palestina. Pesan Gus Yahya ini menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas dan kemurnian tujuan diplomasi Indonesia. Hal ini untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil benar-benar demi kepentingan dan kesejahteraan rakyat Palestina, serta tidak terjebak dalam dinamika politik global yang kompleks yang bisa saja berbalik merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina. Penekanan ini menjadi perhatian serius bagi pemerintahan mendatang dalam merumuskan kebijakan luar negeri yang sensitif dan berdampak luas.










Tinggalkan komentar