suaramedia.id – Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, pada Senin, 05 Januari 2026, secara resmi mengumumkan keberhasilan Operasi Nataru 2025/2026. Menurutnya, pelaksanaan operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru kali ini berjalan sangat aman dan lancar, dengan seluruh dinamika arus lalu lintas, mulai dari mudik, perayaan, hingga arus balik, berhasil dikendalikan secara optimal tanpa lonjakan signifikan.

Related Post
Dalam kunjungannya ke Pos Polisi Gadog, Jawa Barat, pada Minggu (4/1), Kakorlantas secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polda Jawa Barat, khususnya Polres Bogor. Penghargaan ini diberikan atas inisiatif luar biasa mereka dalam menggandeng Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas). Para sukarelawan ini memainkan peran krusial dalam membantu melancarkan arus kendaraan di berbagai simpul jalan dan jalur alternatif. "Ini adalah contoh kolaborasi yang sangat baik, di mana seluruh pemangku kepentingan, bahkan masyarakat umum, turut bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban lalu lintas. Saya melihat mereka sangat antusias dan senang dilibatkan oleh Polri," ujar Irjen Agus, menggarisbawahi pentingnya partisipasi aktif komunitas.

Keterlibatan Supeltas dalam pengamanan Libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 merupakan yang pertama kalinya, dan terbukti sangat efektif dalam mewujudkan keamanan, ketertiban, dan keselamatan lalu lintas (kamseltibcarlantas). Irjen Agus Suryonugroho, didampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, yang juga turut hadir di Pos Polisi Gadog, secara langsung memberikan penghargaan dan semangat kepada para sukarelawan. "Atas instruksi Bapak Kapolri, kami hadir di sini untuk memberikan apresiasi dan memotivasi masyarakat agar terus berpartisipasi menciptakan lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar," tambahnya.
Terkait pergerakan kendaraan, Kakorlantas memaparkan data bahwa proyeksi kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui jalur tol telah mencapai 96 persen dari total sekitar 2.900.000 kendaraan. Angka ini menunjukkan bahwa hanya sekitar 4 persen kendaraan yang masih dalam proses kembali ke ibu kota. Kondisi arus balik terpantau cukup landai, sehingga tidak memerlukan penerapan rekayasa lalu lintas ekstrem seperti contraflow. "Arus balik hari ini tidak menunjukkan peningkatan yang terlalu signifikan, parameter menunjukkan kondisi yang cukup stabil," jelas Irjen Agus.
Lebih lanjut, Irjen Agus Suryonugroho juga melaporkan hasil evaluasi yang sangat menggembirakan terkait angka kecelakaan lalu lintas. Operasi Nataru kali ini mencatat penurunan signifikan dalam jumlah peristiwa kecelakaan, yakni sebesar 7 persen. Yang paling membanggakan, fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan berhasil ditekan hingga 27,12 persen. "Ini berarti sekitar 150 nyawa berhasil kita cegah dari kematian. Sebuah pencapaian luar biasa, mengingat Operasi Lilin adalah operasi kemanusiaan yang mengedepankan keselamatan dan kelancaran di jalan sebagai prioritas utama," pungkasnya, mengakhiri laporan dengan nada optimis.










Tinggalkan komentar