suaramedia.id – Tim SAR gabungan akhirnya mengerahkan alat berat untuk membantu proses evakuasi korban reruntuhan gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khozyni di Sidoarjo. Langkah ini diambil setelah tim memastikan tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan di area reruntuhan.

Related Post
Penggunaan alat berat ini menjadi opsi terakhir setelah upaya pencarian manual selama beberapa jam tidak membuahkan hasil yang signifikan. Kondisi bangunan yang hancur total dan material yang menimpa korban menjadi kendala utama bagi tim penyelamat.

Fokus utama saat ini adalah mengangkat puing-puing bangunan secara hati-hati untuk menemukan dan mengevakuasi korban yang masih tertimbun. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus berupaya semaksimal mungkin dalam kondisi yang sulit ini.
Pihak berwenang masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ambruknya gedung ponpes tersebut. Dugaan sementara mengarah pada faktor usia bangunan dan kualitas konstruksi yang kurang memadai. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses investigasi selesai dilakukan.










Tinggalkan komentar