suaramedia.id – Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) melakukan pertemuan penting dengan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (28/5). Pertemuan yang dihadiri Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan dan Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen Effendi Simbolon ini membahas sejumlah permasalahan krusial yang dihadapi umat Kristen.

Related Post
Salah satu isu utama yang diangkat adalah kendala dalam pendirian rumah ibadah di beberapa wilayah Indonesia. Pendeta Victor juga menyoroti minimnya guru agama Kristen di sekolah negeri. Ironisnya, HKBP hingga kini belum menerima surat resmi dari Dirjen Bimas Kristen yang mengakui kepemimpinan baru mereka, surat yang sangat dibutuhkan untuk berbagai urusan administrasi. "Surat keterangan bahwa ini adalah Pimpinan HKBP yang baru. Surat ini kami butuhkan untuk banyak urusan. Itu yang belum terbit sampai sekarang," ungkap Pendeta Victor.

Menanggapi keluhan tersebut, Menag Nasaruddin Umar mengakui keterbatasan anggaran Kemenag untuk menambah guru agama. Namun, ia menawarkan solusi alternatif yang inovatif. "Kita atasi bersama, ya kita jangan tergantung terlalu banyak kepada siapapun termasuk sebetulnya juga kepada pemerintah," tegas Menag. Ia mencontohkan praktik penitipan siswa kepada rumah ibadah terdekat untuk pelajaran agama jika sekolah kekurangan guru agama, baik Islam maupun Kristen. "Kekurangan guru agama kristen protestan ya teman – teman juga berinisiatif untuk menitipkan anak muridnya di gereja biar pendetanya memberikan nilai raport," jelas Menag. Ia menekankan bahwa solusi kolaboratif dan kreativitas menjadi kunci mengatasi kendala tersebut.










Tinggalkan komentar