suaramedia.id – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Evita Nursanty, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Badan Gizi Nasional (BGN) yang akan meluncurkan platform marketplace khusus. Marketplace ini dirancang untuk memfasilitasi pengadaan bahan baku bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, Evita menegaskan bahwa digitalisasi dalam proses pengadaan ini harus dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana strategis untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), koperasi, serta para petani, peternak, dan pemasok lokal di seluruh Indonesia.

Related Post
Evita, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, menekankan pentingnya peran sentral UMKM dan pelaku usaha lokal dalam ekosistem marketplace MBG. "Platform ini tidak boleh hanya menjadi arena pertemuan antara pembeli berskala besar dengan pemasok raksasa. Sebaliknya, UMKM, koperasi, petani, dan peternak lokal harus ditempatkan sebagai aktor utama, bukan hanya sekadar pengamat dalam seluruh mata rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis," tegas Evita pada Selasa (15/9/2026).

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini juga menyatakan dukungannya terhadap implementasi sistem ‘verified seller’ atau penjual terverifikasi. Sistem ini dinilai krusial untuk memastikan transparansi, menjaga kualitas produk, dan meningkatkan akuntabilitas dalam pengadaan. Kendati demikian, Evita mewanti-wanti agar prosedur verifikasi tidak justru menjadi tembok penghalang, baik secara administratif maupun digital, bagi para pelaku usaha kecil. Oleh karena itu, BGN diharapkan dapat menyediakan program pendampingan yang memadai, sehingga pemasok lokal yang memenuhi standar dapat dengan mudah terintegrasi ke dalam sistem marketplace.
Lebih lanjut, Evita menekankan pentingnya prioritas pengadaan produk lokal. Selama produk tersebut tersedia dan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, maka pembelian dari produsen lokal harus diutamakan. Mengingat kebutuhan bahan pokok seperti daging, ayam, telur, beras, minyak goreng, dan susu dalam skala besar untuk Program MBG, Evita melihat potensi luar biasa. Belanja pemerintah melalui MBG ini dapat memicu efek pengganda (multiplier effect) yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
"Apabila beras diperoleh langsung dari petani lokal, telur dan daging ayam dari peternak di wilayah setempat, serta proses distribusinya melibatkan secara aktif koperasi dan UMKM daerah, maka alokasi anggaran MBG akan memiliki dampak ganda. Anggaran tersebut tidak hanya akan menjamin ketersediaan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga secara simultan akan membuka lapangan kerja baru, memperkokoh fondasi usaha-usaha rakyat, dan menjadi motor penggerak bagi roda perekonomian di tingkat daerah," pungkas Evita.










Tinggalkan komentar