Menguak Partisipasi Politik Tionghoa: Loyalitas Tak Diragukan!

Related Post
suaramedia.id – Jakarta – Persepsi lama mengenai masyarakat Tionghoa Indonesia yang kuat secara ekonomi namun minim keterlibatan politik, terutama selama era Orde Baru, kini telah bergeser drastis. Seiring dengan menguatnya iklim demokrasi pasca-reformasi, komunitas ini semakin aktif berpartisipasi dalam ranah politik, menunjukkan sikap inklusif yang menepis keraguan usang tentang loyalitas kebangsaan mereka.

Selama tiga dasawarsa pemerintahan Orde Baru, para pengamat seringkali menyoroti dominasi ekonomi etnis Tionghoa, sebuah pandangan yang didukung oleh kiprah bisnis mereka yang sangat mencolok. Namun, dengan datangnya era reformasi yang membawa angin segar demokrasi, masyarakat Tionghoa tidak lagi terbatasi pada aktivitas ekonomi semata. Mereka kini kembali merambah arena politik, menunjukkan komitmen yang lebih luas terhadap pembangunan negara.
Keterlibatan politik ini, menurut para ahli, mencerminkan sikap yang semakin terbuka dan inklusif. Mereka tidak ragu untuk bergandengan tangan dengan berbagai komponen bangsa dari beragam latar belakang etnis lain. Hal ini merupakan indikasi kuat bahwa orientasi mereka adalah Indonesia sebagai tanah air, bukan sekadar kelompok etnis tertentu. Fenomena ini secara efektif membantah anggapan keliru yang selama ini masih mempertanyakan kesetiaan mereka sebagai warga negara Indonesia. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa kiprah para politisi berdarah Tionghoa tidak hanya berfokus pada kepentingan kelompok, melainkan secara nyata memperjuangkan kepentingan bangsa dan masyarakat Indonesia, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kesimpulan ini mengemuka dalam sebuah diskusi publik bertajuk "Bagi Indonesia: Kontribusi Tionghoa dalam Ranah Politik" yang belum lama ini diselenggarakan di Jakarta. Acara tersebut merupakan kolaborasi antara Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Perhimpunan INTI), Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia (IPTI), Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina), dan Forum Sinologi Indonesia (FSI).
Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka yang mengupas tuntas dinamika ini. Mereka antara lain adalah Dr. Isyak Meirobie, seorang dosen dari Podomoro University Jakarta yang juga menjabat sebagai Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi; Dr. Daniel Johan, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB); serta Lidya Christin Sinaga, peneliti dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mereka bersama-sama menegaskan bahwa partisipasi politik masyarakat Tionghoa kini semakin memperkuat fondasi kebangsaan Indonesia yang beragam.








Tinggalkan komentar