suaramedia.id – Jemaah Salat Jumat yang memadati Masjid Bimantara, berlokasi di Kompleks MNC Tower, Jakarta Pusat, pada Jumat (11/9/2026) lalu, secara khusyuk memanjatkan doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih terputus komunikasinya. Mereka diketahui hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Related Post
Momen doa bersama ini menjadi wujud kepedulian dan harapan agar para pencari berita dan kru kapal pendukung dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Ustaz H Imam Syafi’e, pengurus DKM Masjid Bimantara, yang memimpin jalannya doa, secara khusus menyebut nama Yudistiro Pranoto, pewarta foto dari iNews.id, sebagai salah satu jurnalis yang masih belum terlacak keberadaannya.

Dengan suara penuh harap, Ustaz H Imam Syafi’e mengajak jemaah untuk berserah diri melalui Suratul Fatihah. "Saya memohon keikhlasan para jemaah sekalian untuk baca Suratul Fatihah. Semoga dengan mukjizat, dengan karomah, dengan fadhilah surah Fatihah yang Bapak-Bapak semua bacakan akan menembus Arasy-Nya Allah sehingga saudara kita yang sedang bertugas diselamatkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam keadaan sehat walafiat, diberikan keputusan yang terbaik oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dikembalikan kepada keluarganya dan bisa menjalankan tugas seperti biasa," ucap Ustaz Imam Syafi’e, memimpin doa yang diamini ribuan jemaah.
Identitas kelima jurnalis yang masih dalam pencarian adalah M Bagus Khoirunnas (Pewarta Foto Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Pewarta Foto Merdeka), Yudistiro Pranoto (Pewarta Foto iNews), Firman Daus (Jurnalis Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Tak hanya mereka, tiga awak kapal yang bertugas mendukung operasional peliputan juga turut dinyatakan hilang dan belum kembali.
Doa yang dipanjatkan di Masjid Bimantara ini menjadi simbol solidaritas dan harapan besar dari masyarakat, khususnya komunitas media, agar seluruh kru yang bertugas dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul dengan keluarga tercinta. Kondisi di Selat Sunda yang masih tidak menentu pasca-erupsi Gunung Anak Krakatau menambah kekhawatiran, namun harapan tak pernah padam.










Tinggalkan komentar