suaramedia.id – Jombang – Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) mencapai babak krusial dengan terpilihnya sembilan ulama terkemuka sebagai anggota Ahlul Halli wal ‘Aqdi (AHWA). Kesembilan tokoh ini kini memegang mandat penting untuk segera menggelar musyawarah guna menetapkan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sebuah langkah fundamental sebelum pemilihan Ketua Umum PBNU dapat dilangsungkan.

Related Post
Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, selaku Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee/OC) Muktamar ke-35 NU, menjelaskan tahapan selanjutnya. Menurutnya, penetapan anggota AHWA akan terlebih dahulu disahkan dalam sidang pleno. Setelah itu, para anggota AHWA akan berkumpul secara khusus untuk memutuskan siapa yang akan menduduki posisi Rais Aam PBNU.

"Ya, nanti akan ditetapkan dulu di pleno. Tentu anggota AHWA akan bersidang, apakah nanti di belakang, tempatnya di mana, itu tergantung sama beliau-beliau," ujar Gus Ipul kepada wartawan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Minggu. Ia menambahkan, "Biasanya sih, biasanya itu nanti ini dulu, apa? Terpilih dulu. Setelah terpilih baru proses pemilihan Ketua Umum biasanya."
Gus Ipul menegaskan kembali bahwa sidang AHWA untuk menentukan Rais Aam terpilih merupakan prioritas utama. Hanya setelah Rais Aam secara resmi ditetapkan dan diumumkan kepada publik, barulah mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dapat dilaksanakan. Proses ini memastikan bahwa kepemimpinan tertinggi spiritual organisasi Nahdlatul Ulama telah kokoh sebelum kepemimpinan eksekutif dipilih.










Tinggalkan komentar