Prabowo: Siswa Berhak Aman, Bukan Bertaruh Nyawa!

Prabowo: Siswa Berhak Aman, Bukan Bertaruh Nyawa!

suaramedia.id – JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyoroti masa depan pelajar Indonesia dalam pidato kenegaraannya yang penuh makna pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026. Bertempat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo dengan tegas menyatakan hak fundamental setiap siswa untuk dapat berangkat ke sekolah dengan aman, didukung oleh infrastruktur yang memadai. Pernyataan ini menjadi sorotan utama dalam agenda kenegaraan yang membahas arah bangsa ke depan.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo melukiskan gambaran pilu realita pendidikan di pelosok negeri. "Pernahkah Anda membayangkan setiap pagi siswa yang tinggal di pelosok harus melewati sungai hanya untuk bisa sampai ke sekolah?" tanyanya retoris, menggugah kesadaran para hadirin. Bagi sebagian anak Indonesia, berangkat sekolah bukan sekadar rutinitas bangun pagi, mengenakan seragam, lalu berjalan menuju kelas. Lebih dari itu, ini adalah sebuah perjuangan yang penuh risiko dan tantangan.

Prabowo: Siswa Berhak Aman, Bukan Bertaruh Nyawa!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Ada yang harus melewati jembatan rusak. Ada yang harus berpegangan tali. Ada yang harus menyeberangi sungai dengan risiko hanyut hanya untuk bisa mengikuti pelajaran," ungkap Prabowo dengan nada prihatin. Ia menekankan bahwa di balik segala rintangan tersebut, para pelajar ini memiliki tujuan yang sama mulianya dengan anak-anak di perkotaan: ingin belajar dan meraih masa depan yang lebih baik. Mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama tanpa harus mempertaruhkan nyawa.

Menyikapi kondisi tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa cerita tentang pembangunan jembatan desa bukan hanya sekadar kisah infrastruktur belaka, melainkan cerminan komitmen nyata pemerintah. Pemerintah, dengan dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), telah mengambil langkah konkret. Hingga saat ini, sekitar 3.300 jembatan desa telah berhasil dibangun, dengan target ambisius mencapai 5.000 jembatan di seluruh pelosok negeri.

"Kalau hanya melihat angkanya, kita mungkin melihat ribuan jembatan. Tapi, kalau melihat dari sisi anak-anak yang setiap hari menggunakannya, kita melihat sesuatu yang berbeda," pungkas Presiden. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa setiap jembatan yang dibangun adalah jembatan harapan, yang membuka akses pendidikan dan masa depan yang lebih cerah bagi ribuan anak bangsa yang selama ini terisolasi. Ini adalah investasi nyata pada generasi penerus, bukan sekadar proyek fisik, melainkan jembatan menuju cita-cita.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar