suaramedia.id – Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini mengumumkan hasil Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) tahun 2026 yang mengejutkan banyak pihak. Data terbaru menunjukkan Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) mencapai angka impresif 83,28, menempatkannya dalam kategori "memuaskan". Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan keberhasilan dalam peningkatan kualitas pelayanan haji yang kini diukur secara lebih menyeluruh, dari persiapan di tanah air hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

Related Post
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam konferensi pers pada Kamis (6/8/2026), menjelaskan bahwa capaian 83,28 ini merupakan gabungan dari dua komponen utama. "Secara umum nilainya 83,28, dan ini terdiri dari dua komponen, IKLHI luar negeri 82,71, dan IKLHI dalam negeri sebesar 83,85, sehingga secara keseluruhan Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia mencapai 83,28 atau dalam kategori memuaskan," terang Amalia.

Amalia menambahkan, metode pengukuran yang digunakan kali ini jauh lebih komprehensif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Perubahan signifikan ini sejalan dengan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah, yang mendorong perlunya evaluasi layanan haji dari perspektif yang lebih luas. Jika sebelumnya fokus penilaian cenderung terbatas pada hasil layanan di Arab Saudi, kini survei mencakup keseluruhan proses pelayanan serta fasilitas yang diberikan sejak jemaah masih berada di Indonesia hingga mereka menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Metodologi baru ini dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih akurat dan holistik mengenai pengalaman jemaah haji. Dengan demikian, pemerintah dan pihak terkait dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan serta mempertahankan standar layanan yang telah mencapai predikat memuaskan ini. Hasil SKLHI 2026 ini diharapkan menjadi pijakan penting untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji di masa mendatang.










Tinggalkan komentar