suaramedia.id – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, baru-baru ini menggarisbawahi pentingnya memastikan keamanan pangan seiring dengan upaya peningkatan akses masyarakat terhadap pangan bergizi. Menurutnya, pangan yang dikonsumsi tidak hanya harus memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga wajib aman, berkualitas tinggi, dan bebas dari potensi risiko yang membahayakan kesehatan publik.

Related Post
Pesan krusial ini disampaikan Taruna Ikrar saat memberikan pidato kunci dalam Workshop Internasional Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi (WNPG) XII. Acara bertajuk "Regulasi Keamanan Pangan dan Perlindungan Konsumen" tersebut diselenggarakan di Bappenas, Jakarta, pada Kamis (10/9/2026). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan prinsip fundamental BPOM: "Bukan Pangan Kalau Tidak Aman." Ia menekankan bahwa program pangan dan gizi berskala besar sekalipun harus selalu didampingi oleh jaminan keamanan pangan yang ketat.

Taruna Ikrar juga menyoroti kompleksitas tantangan yang muncul akibat transformasi sistem pangan global. Perkembangan pesat teknologi pangan, kemunculan produk-produk inovatif, dinamika perdagangan lintas negara, perubahan pola konsumsi masyarakat, hingga dampak perubahan iklim, semuanya berpotensi menciptakan jenis dan pola risiko baru dalam rantai pasok pangan. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa pendekatan pengawasan konvensional tidak lagi memadai untuk menghadapi ancaman-ancaman tersebut.
Menyikapi hal ini, BPOM secara berkelanjutan memperkuat tata kelola keamanan pangan yang berbasis risiko (risk-based food safety governance). Pendekatan ini mencakup seluruh tahapan, mulai dari pengawasan sebelum produk diedarkan di pasar (pre-market) hingga pemantauan ketat setelah produk berada di tangan konsumen (post-market). Langkah ini merupakan komitmen BPOM untuk memastikan setiap pangan yang beredar di masyarakat benar-benar aman dan melindungi kesehatan konsumen.










Tinggalkan komentar