Tragedi Tambang Sangihe: DPR Minta Bos Ilegal Ditangkap!

Tragedi Tambang Sangihe: DPR Minta Bos Ilegal Ditangkap!

suaramedia.id – Tragedi berdarah menyelimuti aktivitas pertambangan emas ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Menanggapi jatuhnya korban jiwa dalam dua insiden berbeda, Anggota Komisi XII DPR RI, Ateng Sutisna, mengeluarkan desakan keras kepada pemerintah untuk melakukan tindakan hukum yang tegas dan menyeluruh.

Ateng menegaskan bahwa persoalan pertambangan tanpa izin (PETI) ini tidak boleh lagi dipandang sebelah mata dengan dalih melindungi ekonomi rakyat kecil. Menurut legislator dari Fraksi PKS tersebut, penegakan hukum yang dilakukan secara parsial atau setengah hati hanya akan menjadi bom waktu bagi keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.

Tragedi Tambang Sangihe: DPR Minta Bos Ilegal Ditangkap!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Saya tidak mendukung penegakan hukum yang setengah hati terhadap pertambangan ilegal," tegas Ateng dalam keterangan resminya yang dikutip pada Selasa (13/10/2026).

Ia mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak hanya menyasar para pekerja di garis depan yang seringkali merupakan masyarakat setempat. Ateng mendesak agar penyelidikan diperluas hingga menyentuh aktor intelektual di balik layar, mulai dari pemodal (cukong), pemilik alat berat, pengelola lokasi, hingga jaringan pembeli mineral hasil tambang ilegal tersebut.

Rentetan maut di Sangihe ini bermula pada 5 Oktober 2026, ketika seorang pendeta lansia bernama Margaretha Tohis (67) dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang tambang sedalam 16 meter saat tengah mencari kayu bakar.

Duka belum usai, dua hari berselang, dua penambang pria berusia 22 dan 36 tahun ditemukan tak bernyawa di sebuah lubang tambang emas. Dalam kejadian yang sama, seorang penambang lainnya berusia 45 tahun dilaporkan mengalami kondisi kritis dan nyaris kehilangan nyawa.

Berdasarkan informasi dari pihak PT Tambang Mas Sangihe (TMS), dugaan sementara penyebab kematian kedua penambang tersebut adalah akibat menghirup uap asam dari proses pengolahan bahan kimia yang tidak terkendali di lokasi. Meski demikian, hingga saat ini penyebab pasti kematian para korban masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar