suaramedia.id – Bukittinggi kembali berduka. Sebanyak 19 narapidana Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Sumatera Barat, telah kembali ke sel mereka setelah menjalani perawatan intensif akibat keracunan miras oplosan. Insiden memilukan ini menewaskan dua orang napi dan meninggalkan jejak duka mendalam.

Related Post
Wakil Direktur Pelayanan RSAM Bukittinggi, Vera Mayasari, mengungkapkan bahwa hingga Sabtu (3/5), 19 napi telah dipindahkan kembali ke Lapas. Dua napi lainnya masih berjuang melawan maut di ruang ICU RSAM, terpasang ventilator. "Kondisi mereka masih kritis," ujar Vera kepada suaramedia.id.

Sebelumnya, RSAM menerima 22 pasien kasus keracunan massal sejak Rabu (30/4). Satu napi meninggal dunia pada Kamis pagi di RSAM, sementara satu lainnya meregang nyawa di RSUD Bukittinggi. Total, 23 napi menjadi korban keracunan miras oplosan tersebut.
Kapolda Provinsi Sumbar, Irjen Gatot Tri Suryanta, telah memerintahkan Kapolres Bukittinggi untuk menyelidiki kasus ini secara menyeluruh. Tim investigasi gabungan dari Kanwil Dirjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Provinsi Sumatera Barat juga dibentuk untuk mengungkap penyebab tragedi ini. Penyelidikan kepolisian hingga kini masih berlangsung untuk memastikan asal-usul miras oplosan yang menyebabkan kematian dan penderitaan para napi tersebut. Kasus ini menjadi sorotan dan menimbulkan pertanyaan serius tentang pengawasan keamanan dan kesehatan di dalam Lapas.










Tinggalkan komentar