suaramedia.id – Publik dikejutkan dengan terkuaknya misteri di balik keberadaan 13 unit hunian mewah yang berdiri megah di dalam area Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor. Informasi mengenai asal-usul bangunan yang telah menjadi sorotan ini akhirnya terungkap dalam sebuah rapat dengar pendapat antara Komisi III DPR RI dengan pihak Lapas. Kepala Urusan (Kaur) Umum Lapas Kelas IIA Cibinong, Deni Sugiarto, menjadi sosok yang memberikan klarifikasi penting terkait fasilitas kontroversial tersebut.

Related Post
Dalam sesi rapat yang berlangsung di Jakarta pada Senin lalu, Ketua Komisi III DPR RI, Willy Aditya, secara langsung mempertanyakan kronologi pembangunan serta keberadaan 13 hunian tersebut. "Sejak kapan yang 13 rumah ini berdiri dan siapa yang bangun?" tanya Willy, mendesak jawaban. Menanggapi pertanyaan tersebut, Deni Sugiarto menjelaskan bahwa bangunan-bangunan mewah itu mulai didirikan pada tahun 2023, tepatnya sejak bulan Januari, dan bukan pada tahun 2021 seperti dugaan sebelumnya. Yang lebih mengejutkan, proses konstruksinya disebut hanya memakan waktu sekitar tiga bulan hingga rampung.

Pengungkapan ini tentu menambah daftar pertanyaan publik terkait standar fasilitas di lembaga pemasyarakatan, terutama setelah sebelumnya Ombudsman RI juga sempat menyoroti temuan fasilitas mewah serupa di Lapas Cibinong. Kehadiran hunian-hunian ini, yang rampung dalam waktu singkat, memicu spekulasi dan desakan untuk transparansi lebih lanjut mengenai peruntukan serta sumber dana pembangunannya. Komisi III DPR RI berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini guna memastikan akuntabilitas dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku di lingkungan pemasyarakatan.










Tinggalkan komentar