Situs Kota Kapur di Bangka Terancam Punah!

Situs Kota Kapur di Bangka Terancam Punah!

suaramedia.id – Bupati Bangka, Fery Insani, menyampaikan kekhawatiran mendalam terkait keberadaan Situs Kota Kapur yang terancam punah akibat aktivitas penambangan timah ilegal dan ekspansi perkebunan kelapa sawit yang semakin merajalela di kawasan cagar budaya tersebut. "Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan serius, Situs Kota Kapur hanya akan menjadi cerita masa lalu," tegas Fery Insani di Pangkalpinang, Selasa (2/12), seperti dikutip dari suaramedia.id.

Pemerintah Kabupaten Bangka terus berupaya meningkatkan status Cagar Budaya Kota Kapur dari tingkat kabupaten menjadi provinsi, bahkan nasional, sebagai langkah strategis untuk melindungi situs bersejarah ini. "Kami sangat berharap pemerintah provinsi segera menetapkan Cagar Budaya Kota Kapur, sehingga dapat ditingkatkan menjadi cagar budaya nasional," ujarnya.

 Situs Kota Kapur di Bangka Terancam Punah!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Menurut Fery, kandungan bijih timah yang melimpah di kawasan Kota Kapur, terutama di wilayah pesisir timur, menjadi daya tarik utama bagi penambangan timah ilegal. Selain itu, perluasan perkebunan kelapa sawit juga semakin mengkhawatirkan, karena sudah memasuki kawasan situs Kota Kapur dan mengancam keberadaan warisan budaya bersejarah tersebut. "Saat ini, perkebunan kelapa sawit telah merambah situs Kota Kapur, mengancam keberadaan situs bersejarah ini," ungkapnya.

Situs Kota Kapur terletak di bentang lahan perbukitan kecil, dengan Bukit Besar sebagai dataran tinggi yang menjadi sumber air dan hulu dari sejumlah sungai. Namun, lingkungan sekitar kaki Bukit Besar kini telah menjadi lahan tambang, menyebabkan kerusakan lingkungan dan hilangnya vegetasi. Kawasan ini berbatasan dengan Sungai Mendo di utara, Desa Penagan di selatan, Selat Bangka di barat, dan Sungai Rukam di timur.

Fery Insani mengimbau perusahaan dan masyarakat untuk menghentikan aktivitas pembukaan perkebunan sawit dan penambangan di kawasan situs bersejarah ini, demi menjaga kelestarian warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar