suaramedia.id – Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kini menunjukkan perubahan sikap yang cukup signifikan terkait masa depan politik pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Jika sebelumnya narasi dua periode sempat terdengar, kini Jokowi justru berpandangan bahwa pelaksanaan pemilu masih merupakan agenda yang jauh di depan.

Related Post
Menanggapi pergeseran sikap sang mantan presiden tersebut, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, membedah fenomena ini. Menurutnya, ada dua faktor utama yang melatarbelakangi perubahan sikap Jokowi tersebut.

Faktor pertama berkaitan erat dengan kondisi pasca-putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Jamiluddin menilai bahwa saat ini, reputasi serta kredibilitas Gibran Rakabuming Raka sedang berada di titik terendah. Padahal, dalam kancah kontestasi politik tingkat tinggi seperti Pilpres, modal utama yang dibutuhkan adalah kepercayaan publik dan integritas yang kuat.
"Jokowi tampaknya mulai bersikap realistis. Ia menyadari bahwa posisi politik anaknya saat ini sedang berada di ujung tanduk," ungkap Jamiluddin dalam keterangan tertulisnya yang dikutip dari suaramedia.id, Minggu (11/10/2026).
Lebih lanjut, Jamiluddin menganalisis bahwa fokus utama Jokowi saat ini kemungkinan besar bukan lagi mengejar jabatan dua periode, melainkan upaya untuk menjaga agar Gibran tetap aman secara politik. Ia menyebutkan bahwa bagi Jokowi, menjaga agar Gibran tidak menghadapi risiko pemakzulan adalah prioritas yang jauh lebih mendesak.
"Bagi Jokowi, jangankan bicara soal dua periode, jika Gibran tidak dimakzulkan saja sudah merupakan pencapaian yang baik," tambah Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta tersebut.
Ia memperingatkan bahwa jika hingga terjadi proses pemakzulan, hal tersebut akan menjadi catatan hitam dalam sejarah politik nasional yang dapat mematikan karier politik Gibran selamanya. Oleh karena itu, langkah Jokowi yang tampak "mengerem" narasi politik ini dinilai sebagai strategi untuk menyelamatkan masa depan politik sang putra sulung.










Tinggalkan komentar