Saham Konglomerat Borong Dana Asing!

Saham Konglomerat Borong Dana Asing!

suaramedia.id – Fenomena menarik tengah menyelimuti pasar modal Indonesia. Setelah pengumuman masuknya sejumlah emiten lokal ke dalam indeks bergengsi MSCI Global Standard, aliran dana dari investor raksasa dunia mulai membanjiri saham-saham milik para konglomerat tanah air.

Langkah strategis Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang memasukkan sejumlah saham ke dalam indeks standarnya telah memicu aksi beli masif dari manajer investasi global. Salah satu yang paling mencolok adalah dominasi saham milik grup usaha Prajogo Pangestu. Emiten seperti PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), hingga PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menjadi primadona baru bagi para pengelola dana pasif dunia.

Saham Konglomerat Borong Dana Asing!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bloomberg per Januari 2026, raksasa investasi asal Amerika Serikat, Blackrock, menunjukkan agresivitasnya dengan menambah kepemilikan saham TPIA sebanyak lebih dari 1 juta lembar. Langkah ini membuat total kepemilikan Blackrock di TPIA menyentuh angka 243,8 juta saham atau setara 0,28% dari total saham beredar. Tak hanya TPIA, Blackrock juga memborong 656 ribu saham BREN, yang meningkatkan porsi kepemilikannya menjadi 275,9 juta saham.

Tren serupa juga ditunjukkan oleh Dimensional Fund Advisors LP yang menambah koleksi saham BREN hingga mencapai 27,9 juta lembar. Selain itu, Dimensional Fund turut mengoleksi saham CUAN dengan total kepemilikan mencapai 124,2 juta saham. Nama besar lainnya, JPMorgan Chase and Co., juga terpantau menambah posisi mereka pada saham TPIA dan CUAN secara signifikan.

Menariknya, di saat saham-saham konglomerat ini dikejar oleh investor asing, terjadi anomali pada saham-saham perbankan plat merah (BUMN). Data menunjukkan adanya aksi jual oleh investor asing pada emiten besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).

Selain grup Barito, emiten milik Sinar Mas Grup, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), juga mencatatkan performa impresif. Sebelum resmi masuk ke dalam indeks MSCI, harga saham DSSA dilaporkan telah melonjak hingga 77% secara year-to-date (YTD) dalam periode akhir 2024 hingga Agustus 2025.

Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran minat investor global yang kini lebih fokus pada emiten dengan pertumbuhan tinggi yang masuk dalam radar indeks MSCI, meskipun hal ini menciptakan kontras yang tajam dengan pergerakan saham-saham perbankan konvensional di pasar domestik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar