suaramedia.id – Misteri kematian Arya Daru Pangayunan (ADP), diplomat Kemenlu RI berusia 39 tahun, sedikit terkuak. Hasil digital forensik mengungkap email ADP yang berisi keinginan bunuh diri sejak 2013. Temuan mengejutkan ini diungkap oleh Ahli Digital Forensik Polri, Ipda Saji Purwanto, dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Selasa (29/7).

Related Post
Ipda Saji menjelaskan, timnya menemukan dua periode email yang menunjukkan niat bunuh diri ADP. Periode pertama terjadi pada Juni-Juli 2013, berisi curahan hati dan alasan keinginan mengakhiri hidup. Email tersebut dikirim ke sebuah badan amal yang memberikan dukungan bagi individu dengan masalah emosional dan depresi. Periode kedua terjadi pada September-Oktober 2021, dengan sembilan email yang menunjukkan niat bunuh diri yang semakin kuat.

"Email-email tersebut dikirim dari alamat [email protected]," ungkap Ipda Saji. Handphone yang digunakan ADP aktif sejak 29 Juni 2019 dan terakhir digunakan pada 27 September 2022. Semua temuan ini telah disampaikan kepada penyidik.
Selain email, tim digital forensik juga menganalisis 20 rekaman CCTV dari berbagai lokasi, termasuk Kemenlu, Grand Indonesia, dan kos ADP. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. "Analisa dilakukan secara detail, frame by frame, dan menggunakan standar internasional ISO 17025, 27037, dan 27042," tegas Ipda Saji. Proses investigasi meliputi pengumpulan, pengambilan, analisis, dan investigasi bukti digital. Kasus ini masih terus diselidiki.










Tinggalkan komentar