Prabowo Blak-blakan: Luhut Biang Kerok Kekalahan Pilpres?

Prabowo Blak-blakan: Luhut Biang Kerok Kekalahan Pilpres?

suaramedia.id – Presiden Prabowo Subianto berhasil membuat hadirin tergelak dengan kelakarannya mengenai tiga kekalahan yang ia alami dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelumnya. Menurutnya, kegagalan itu disebabkan oleh tidak adanya dukungan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Candaan ini dilontarkan Prabowo saat menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Lapangan Tenis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1). Luhut Binsar Pandjaitan sendiri turut hadir dalam acara tersebut, menambah suasana akrab di tengah candaan sang Presiden.

Sebelum melontarkan candaan yang mengundang tawa tersebut, Prabowo sempat menyinggung tudingan bahwa program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG), merupakan strategi politik semata untuk menghadapi Pilpres 2029. Dengan tegas ia menepis tuduhan itu, seraya berfilosofi tentang takdir dan kehendak Tuhan dalam perjalanan politiknya. "Jika rakyat kembali memilih saya pada tahun 2029, apa salahnya? Bukankah itu kehendak Tuhan? Kalau Tuhan tidak mengizinkan, apa pun yang saya lakukan tidak akan terjadi," tegas Prabowo di hadapan para undangan.

Prabowo Blak-blakan: Luhut Biang Kerok Kekalahan Pilpres?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Momen inilah yang kemudian disambut tawa hadirin ketika Prabowo melanjutkan dengan candaan khasnya. "Saya sudah empat kali ikut pemilu, dan tiga kali kalah. Itu karena waktu itu Pak Luhut tidak mendukung saya, sih," ujarnya disambut senyum dan gelak tawa, menunjukkan sisi humoris seorang kepala negara.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menyentuh aspek spiritual dalam berpolitik. Ia mengutip ajaran Nasrani dari Alkitab, Matius 5:39, yang menganjurkan untuk ‘memberikan pipi kanan jika ditampar pipi kiri’. Pesan ini ia gunakan untuk menyerukan pentingnya persatuan dan memaafkan dalam setiap dinamika politik. "Ajaran Nasrani mengajarkan kita untuk memaafkan, untuk selalu mencari kebaikan daripada keburukan, dan persatuan daripada perpecahan," jelasnya, menekankan prinsip "Forgive us, our trespassers as we forgive those that trespass against us."

Prabowo mengakui bahwa persaingan dalam dunia politik memang kerap keras dan penuh tantangan. Namun, ia menegaskan bahwa semangat persatuan dan keikhlasan harus selalu menjadi prioritas. Mengambil contoh dari pengalamannya sendiri yang telah beberapa kali kalah dalam Pilpres, ia menyatakan tidak pernah menyimpan dendam atau sakit hati. "Saya sudah lupa berapa kali kalah Pilpres. Tidak ada masalah, tidak boleh sakit hati, tidak boleh dendam, tidak boleh benci. Saya berusaha teguh pada pendirian itu," pungkasnya, menggarisbawahi komitmennya terhadap rekonsiliasi dan kebersamaan di tengah perbedaan pandangan politik.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar