suaramedia.id – Langkah strategis diambil oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, dalam upaya memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat. Pada Rabu (4/11/2026), Mualem melakukan kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan Jakarta guna melakukan audiensi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Related Post
Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Provinsi Aceh untuk menyampaikan sejumlah aspirasi mendesak kepada Kepala Negara. Dalam kunjungan tersebut, Mualem tidak datang sendiri; ia didampingi oleh Staf Khusus Gubernur Aceh, Teuku Irsyadi. Di sisi lain, Presiden Prabowo menyambut hangat pertemuan ini dengan didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi serta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.

Melalui keterangan resmi yang dibagikannya melalui akun Instagram pribadinya, Mualem mengungkapkan bahwa ada tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Isu pertama yang menjadi perhatian serius adalah mengenai keberlanjutan Dana Otonomi Khusus (Otsus) bagi Aceh, yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan di Serambi Mekkah.
Selain persoalan anggaran, Mualem juga membawa agenda sensitif terkait kepastian hukum mengenai penggunaan bendera Aceh. Hal ini dinilai penting untuk memberikan kejelasan status hukum agar tidak menimbulkan polemik di masa mendatang. Tak hanya itu, penyelesaian status tanah wakaf Blang Padang juga turut masuk dalam meja diskusi antara Gubernur Aceh dan Presiden tersebut.
Pertemuan ini diharapkan dapat membuahkan solusi konkret bagi permasalahan hukum dan ekonomi yang tengah dihadapi Aceh, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Tinggalkan komentar