Menteri Riefky Belajar Bundengan di Wonosobo!

suaramedia.id – Kunjungan kerja Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, ke Dusun Giyanti, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Minggu (1/11/2026) menyisakan momen yang sangat berkesan. Bukan sekadar kunjungan formal, Riefky justru terjun langsung menyelami kekayaan budaya lokal dengan belajar memainkan bundengan, alat musik tradisional ikonik milik masyarakat Wonosobo.

Dalam suasana yang hangat, Riefky tampak serius mencoba menggerakkan jemarinya di antara dawai-dawai bundengan. Ia mendapatkan bimbingan langsung dari Sri Mulyani, seorang maestro sekaligus pendiri Sanggar Tari Ngesti Laras. Dengan penuh kesabaran, Mulyani mengarahkan tangan sang menteri agar mampu menghasilkan nada yang tepat dari instrumen berbahan bambu yang bentuknya unik menyerupai cangkang kura-kura tersebut.

Menteri Riefky Belajar Bundengan di Wonosobo!
Gambar Istimewa : pict.sindonews.com

"Susah juga, ya?" keluh Riefky di sela-sela usahanya mengikuti instruksi sang seniman.

Meski sempat kesulitan, kegigihan Riefky membuahkan hasil. Setelah beberapa kali mencoba dan mendapatkan koreksi gerakan tangan dari Mulyani, petikan dawai yang dihasilkan sang menteri mulai menemukan iramanya. Suasana semakin syahdu saat Ananda Mikola, salah satu murid Mulyani, mulai melantunkan nyanyian yang selaras dengan irama bundengan. Perpaduan harmoni antara petikan musik dan vokal tersebut sukses memancing tepuk tangan meriah dari para hadirin yang menyaksikan.

Momen ini menjadi bukti nyata bagaimana tradisi dapat menjadi ruang perjumpaan lintas generasi. Bundengan sendiri memiliki sejarah yang sangat unik. Dahulu, instrumen ini bermula dari sebuah caping atau penutup kepala sederhana yang digunakan oleh para penggembala itik untuk melindungi diri dari panas dan hujan. Seiring berjalannya waktu, benda fungsional tersebut bertransformasi menjadi alat musik yang kaya akan nilai seni.

Melalui kegiatan ini, Sri Mulyani dan komunitas seni di Giyanti terus berupaya keras menjaga agar dentuman nada bundengan tidak hilang tergerus zaman, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya kepada pemerintah pusat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar