suaramedia.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, gagal mendarat di Bandara Gewayantana Larantuka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Insiden ini terjadi Selasa (24/6) akibat erupsi Gunung Lewotolok yang mengganggu penerbangan. Pesawat Wings Air IW-1931, yang membawa rombongan Mendukbangga termasuk Gubernur NTT Melki Laka Lena, berangkat dari Bandara El Tari Kupang pukul 11.40 WITA.

Related Post
Setelah terbang sekitar 40 menit, pesawat yang menuju Larantuka terpaksa berputar-putar di udara hingga tiga kali, seperti terlihat dari aplikasi flight radar. Akibatnya, rombongan kembali ke Kupang dan tiba pukul 13.39 WITA. Kunjungan kerja Mendukbangga ke Kabupaten Lembata, yang sedianya diagendakan setelah kunjungan ke Rote Ndao dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas), pun terpaksa tertunda.

Erupsi Gunung Lewotolok dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 400 meter menjadi penyebab utama pembatalan penerbangan IW-1995 ke Lembata. Rombongan Mendukbangga terpaksa mencari alternatif lain untuk bertemu masyarakat di Kabupaten Lembata, Solor, dan Larantuka. Namun, upaya penerbangan alternatif Kupang-Larantuka juga gagal karena abu vulkanik yang menghalangi pendaratan di Bandara Gewayantana.
PGS Legal, Compliance & Stakeholder Relation Bandara El Tari Kupang, I Gusti Ngurah Yudi Saputra, menjelaskan bahwa abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotolok menjadi penyebab utama pembatalan dan kegagalan pendaratan tersebut. "Karena dampak erupsi Gunung Lewotolok dan adanya sebaran abu vulkanik di ruang udara, akhirnya maskapai membatalkan penerbangan ke Lembata," tegasnya. Ia menambahkan hal yang sama juga menjadi penyebab kegagalan pendaratan pesawat yang membawa Mendukbangga dan rombongan. (antara/gil)










Tinggalkan komentar