suaramedia.id – Dunia dikejutkan oleh kabar duka dari Lebanon, di mana seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Farizal Rhomadhon (28), gugur akibat serangan militer Israel. Insiden tragis ini sontak memicu reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengecam tindakan Israel tersebut.

Related Post
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyatakan belasungkawa yang mendalam atas nama seluruh umat Islam Indonesia. "Atas nama MUI, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan lahir batin kepada keluarga almarhum, serta menerima segala amal ibadahnya dan menempatkannya di sisi terbaik di hadapan-Nya," ucap Sudarnoto, dalam keterangan pers yang diterima suaramedia.id baru-baru ini.

Tak hanya menyampaikan duka, MUI juga dengan tegas melayangkan kecaman keras terhadap agresi militer Israel. Sudarnoto menegaskan bahwa serangan yang menargetkan pasukan perdamaian internasional ini adalah bukti nyata dari sikap Israel yang kian hari kian mengabaikan dan meremehkan hukum internasional. "Tindakan ini secara terang-terangan mencederai prinsip-prinsip perlindungan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang beroperasi di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ini adalah pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi," tandasnya.
Gugurnya prajurit TNI ini tidak hanya menjadi duka bagi bangsa Indonesia, tetapi juga alarm bagi komunitas internasional akan pentingnya penegakan hukum dan perlindungan terhadap misi-misi kemanusiaan di zona konflik.










Tinggalkan komentar