KPK Awasi Pemda Sumut, Bobby Nasution Minta Bantuan!

KPK Awasi Pemda Sumut, Bobby Nasution Minta Bantuan!

suaramedia.id – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengunjungi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta Selatan, Senin (28/4). Kunjungan ini dalam rangka Rapat Koordinasi Wilayah I KPK yang membahas lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumut yang sedang diselidiki terkait dugaan korupsi. "Dua bulan menjabat, lima OPD kami diperiksa. Integritas dan moralitas penting, bukan hanya bagi kepala daerah, tapi seluruh jajaran," ujar Bobby, mengutip siaran pers KPK.

Bobby menekankan pemberantasan korupsi tak hanya bergantung pada integritas kepala daerah, tetapi juga perbaikan sistem pemerintahan. Ia meminta KPK memperkuat kehadiran di daerah, tak hanya pencegahan, tapi juga sebagai penengah antara eksekutif dan legislatif. "Sistem yang rusak harus diperbaiki. KPK harus jadi tempat pengaduan agar sistem lebih baik," tegasnya.

KPK Awasi Pemda Sumut, Bobby Nasution Minta Bantuan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, Agung Yudha Wibowo, menyatakan Pemda dan DPRD kunci dalam tata kelola daerah yang bersih. "Korupsi di daerah sering berulang. Jika belum terungkap, itu hanya soal waktu," tegas Agung. Ia memastikan KPK akan aktif mencegah korupsi dan mendukung langkah strategis di daerah. Namun, kolaborasi KPK, eksekutif, dan legislatif sangat penting. "Kami tak hanya sosialisasi, tapi juga dialog membahas masalah nyata," imbuhnya.

Data Indeks Pencegahan Korupsi Daerah (IPKD) MCSP KPK 2024 menunjukkan Sumut mendapat skor rata-rata 75,02. Skor perencanaan rendah (63), sementara tujuh area lain di atas 80. Sepanjang 2023-Desember 2024, tercatat 170 perkara korupsi di Sumut ditangani, didominasi penyalahgunaan anggaran (44%) dan pengadaan barang/jasa (42%).

Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menambahkan pemberantasan korupsi bukan hanya soal regulasi atau gaji, tapi integritas. "Gaji besar tak menjamin. Jika hati rakus, korupsi tetap terjadi," kata Johanis. Ia mengingatkan korupsi pengkhianatan terhadap rakyat dan uang hasil korupsi adalah haram. Pertemuan ini dihadiri perwakilan Pemda Sumut, Pematang Siantar, Asahan, Tebing Tinggi, Tanjungbalai, Simalungun, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.

Bayu Nata
Author: Bayu Nata

jurnalis di Suara Media yang fokus pada isu-isu sosial-politik dan tata kelola pemerintahan daerah. Tulisannya sering menyoroti kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat dan perkembangan dinamika politik di tingkat regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar