suaramedia.id – Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa, baru-baru ini menyerukan masyarakat untuk kembali menelaah dengan teliti Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB 2803. Ajakan ini muncul di tengah perdebatan sengit mengenai keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) dalam upaya memperjuangkan perdamaian di Gaza dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Related Post
Teguh Santosa menjelaskan bahwa seruan ini bertujuan untuk meluruskan pandangan yang keliru, terutama dari pihak-pihak di dalam negeri yang melontarkan kritik terhadap langkah strategis Indonesia tersebut. Menurutnya, jika Resolusi 2803 dibaca dengan cermat, akan tampak jelas bahwa semangat BoP sejalan dengan proposal perdamaian yang diajukan berbagai negara.

"Bila kita baca dengan teliti Resolusi 2803 itu maka menjadi jelas bagi kita bahwa BoP dijiwai oleh proposal perdamaian yang disampaikan berbagai negara untuk tidak hanya menciptakan perdamaian di Gaza tetapi juga memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," tegas Teguh, sebagaimana dikutip suaramedia.id. Ia menambahkan bahwa resolusi tersebut secara eksplisit menyebutkan bahwa reformasi Otoritas Palestina dan pembangunan kembali Gaza merupakan jalan kredibel menuju penentuan nasib sendiri dan kemerdekaan Palestina.
Lebih lanjut, Teguh juga menyoroti poin penting dalam Resolusi DK PBB 2803 yang menggarisbawahi perlunya dialog antara Israel dan Palestina. Dialog ini, menurutnya, krusial untuk menyepakati cakrawala politik demi terciptanya hidup berdampingan secara damai dan sejahtera. "Poin ini sejalan dengan salah satu prinsip emas Dasasila Bandung, peaceful coexistence, atau hidup berdampingan secara damai," pungkas Teguh, menekankan relevansi sejarah diplomasi Indonesia dalam konteks perdamaian global.










Tinggalkan komentar